Mengapa Blogger Tidak Perlu Posting Setiap Hari? Bagaimana Seharusnya?

By
“Keep posting bro! Kalau bisa sehari 2 sampe 3 artikel.”

Pernah membaca atau mendapatkan saran seperti di atas? Atau saat ini anda malah sedang menjalani saran tersebut?

Argumennya selalu sama...

Google menyukai fresh content. Jika anda ingin mendapatkan traffic yang banyak, maka anda harus terus posting setiap hari. Dan kalau bisa sebanyak-banyaknya.

Sabar. Nanti semuanya akan terbayar, anda akan panen visitor. Blog anda akan terlihat menonjol di mata Google, ranking blog anda akan melesat, Google akan menyukai blog anda, bla.. bla.. bla...

tidak perlu posting artikel setiap hari

Mau tahu faktanya?

That was a big-ass Joke!

Sayangnya sangat banyak blogger yang percaya dengan itu. Sehingga yang awalnya sebenarnya adalah sebuah ‘candaan’ untuk ‘mengerjai’ para Newbie – akhirnya menjadi kurang lucu lagi.

Bahkan mereka yang menganggap dirinya bukan seorang blogger – dan hanya menggunakan blog sebagai salah satu sarana promosi bisnis mereka – juga tidak sedikit yang ikut terpengaruh dan mengikutinya.

Tapi kan kalau artikel kita banyak, keyword yang di-indeks sama Google juga tambah banyak.

Jadi semakin cepat blog kita penuh dengan artikel, semakin cepat pula banyak keyword yang ter-indeks – akhirnya semakin cepat pula blog kita mendapatkan traffic yang tinggi dari Google.

Jawabannya?

Iya, betul. Tapi itu hanya akan terjadi bila keyword-keyword yang ter-indeks tersebut berhasil masuk di halaman 1 – bukan di halaman 2 hingga halaman antah berantah.

Dan posting setiap hari tidak akan membuat keyword yang anda ‘tembak’ dalam artikel-artikel anda menempati halaman 1 – tidak dalam waktu singkat, tidak secara otomatis, dan tidak pasti.

Itu bukan rumus untuk membuat blog anda kebanjiran visitor.

Lalu bagaimana sebaiknya?

Terus baca hingga selesai untuk untuk dapat memahaminya...

Masalah Dengan Menulis Artikel Setiap Hari

Anda sudah mengetahui bahwa cara paling mudah dan cepat untuk dapat bersaing di halaman 1 SERP adalah dengan blog niche – saya sudah pernah menyampaikan alasannya. Dan tentunya juga harus berkualitas agar tetap awet di halaman 1 dan terus memberikan penghasilan.

Masalahnya, dengan tema yang spesifik – apalagi jika niche yang anda ‘tembak’ lumayan sempit (termasuk micro niche) – maka tentu anda tidak akan bisa menyajikan artikel yang sangat banyak.

Sekarang bayangkan jika anda harus memposting setidaknya 1 artikel setiap hari, maka hanya dalam waktu 3 bulan saja anda harus membuat sekitar 90 artikel. Itupun tidak boleh mirip-mirip / menembak keyword yang sama – atau anda akan dianggap membuat duplikat konten oleh Google.

Saya yakin anda akan kewalahan, anda akan cepat kehabisan ide. Anda tidak akan punya apa-apa lagi untuk ditawarkan.

Lalu bagaimana setelah itu? Apa yang akan anda posting dalam blog anda?

Selanjutnya...

Apa anda mau jika bekerja tidak dibayar?

Seminimal-minimalnya, paling tidak anda mengharapkan sebuah senyuman dan ucapan terimakasih.

Hal yang sama juga seharusnya berlaku dengan artikel anda. Jika tidak bisa menghasilkan penjualan / mendapatkan lead / mendapatkan komentar / mendapatkan share – maka setidaknya tentu anda mengharapkan ada yang membaca artikel anda (dalam artian benar-benar membacanya).

Masalahnya, jika setiap hari konsentrasi anda hanya dihabiskan untuk menulis artikel – lalu bagaimana cara anda mempromosikan artikel anda. Apalagi jika anda mengejar untuk memposting 2 hingga 3 artikel per-hari, tentu anda semakin tidak fokus dalam mendistribusikan apa yang sudah susah payah anda tulis.

Lalu, buat apa anda menulis artikel jika tidak ada yang membacanya?

Menunggu artikel tersebut tembus halaman 1? Seyakin apa anda jika tulisan tersebut pasti masuk urutan 10 besar SERP?

Jangan Pernah Melakukan Posting Hanya Untuk Menambah Konten Blog

Perhatikan!

Apa yang saya sampaikan dalam artikel kali ini bukan dimaksudkan untuk membuat anda berpikir bahwa kuantitas tidaklah penting.

Kuantitas tetaplah penting – tapi kualitas jauh lebih penting lagi.

Google sudah berbeda dari beberapa tahun lalu. Dulu Google memang sempat menyukai blog-blog yang memiliki volume konten yang banyak, namun sekarang tidak lagi seperti itu.

Saat ini Google sudah jauh berubah dalam menilai kualitas sebuah blog – seperti yang saya sampaikan dalam artikel sebelumnya mengenai SEO yang berlaku untuk saat ini dan masa depan.

Jadi anda tidak perlu posting artikel setiap hari jika ingin mendapatkan perhatian dan ‘memuaskan’ Google – karena pada kenyataannya Google memang tidak peduli dengan itu. Puaskan visitor anda, buat mereka mengirimkan sinyal UX yang positif kepada Google – maka dengan sendirinya Google akan memperhatikan blog anda.

Jika anda mau memperhatikan, bukti-bukti sudah cukup bertebaran. Ada banyak blog yang di-update hanya seminggu sekali – 2 minggu sekali – dan bahkan hanya sebulan sekali, namun trafficnya tetap stabil – bahkan cenderung naik terus.

Mayoritas blog-blog utama saya sendiri juga kebanyakan belum ada yang mencapai 100 artikel walau sudah berumur antara 2 – 3 tahun. Dan visitornya juga tetap stabil, grafiknya tetap positif terus.

Karena itu rubah pola pikir anda!

Postinglah bila anda merasa apa yang anda tulis memang akan bermanfaat bagi visitor anda (menyenangkan mereka). Postinglah bila anda merasa itu akan membawa anda semakin dekat dengan GOAL yang telah anda tetapkan untuk blog anda.

Namun jangan pernah anda posting dengan tujuan hanya untuk membuat blog terlihat memiliki artikel yang banyak.

Jangan hanya sekedar posting!

News Style Posting VS Posting Dengan Strategi

OK, artikel yang banyak tetap penting – namun kualitas artikel jauh lebih penting.

Lalu bagaimana jika melakukan keduanya? Bukankah lebih baik jika kita bisa posting setiap hari dan tetap memberikan artikel yang berkualitas?

Tentu saja itu lebih baik. Tapi apakah anda bisa?

posting setiap hari tidak akan bisa membuat anda mengalahkan web raksasa

Ingat!

Anda adalah individual Blogger – anda seorang diri dengan dana terbatas.

Anda bukan sebuah perusahaan yang memiliki banyak penulis berkualitas yang bekerja untuk anda.

Alasan blog-blog besar bisa melakukan posting setiap hari dengan konten-konten yang berkualitas adalah karena mereka memiliki tim editorial yang cukup. Itupun kebanyakan artikel yang mereka posting juga tidak bisa dikatakan benar-benar berkualitas untuk muncul di halaman 1 SERP – walaupun tetap berkualitas di mata visitor.

Blog-blog besar tersebut tidak terlalu peduli karena mereka memiliki DANA untuk mendatangkan visitor dengan menggunakan advertising. Mereka hanya perlu memberikan artikel yang tepat (berkualitas) bagi visitor mereka – dan nantinya social signal akan membantu menaikkan rangking mereka.

Sekarang, apa anda bisa bersaing dengan itu?

Jadi, posting setiap hari (2 artikel atau lebih) itu hanya berlaku untuk News Site – bukan untuk anda yang merupakan seorang Individual Blogger.

Kecuali jika anda memang memiliki cukup dana dan/atau ingin membangun Web Berita, maka anda harus memiliki strategi dalam melakukan posting. Bukan hanya untuk jadwalnya saja, namun juga dalam hal isinya.

Mengapa?

Karena anda ingin visitor anda langsung menyukai blog anda sejak pertama kali masuk. Anda ingin para visitor dapat mengingat blog anda. Anda ingin mereka berkunjung kembali – memberikan komentar – mau men-share – menjadi loyal visitor – menjadi cutomer.

Dan ada satu masalah tambahan yang belum saya sebutkan di atas – terkait dengan memposting banyak artikel setiap hari dalam blog anda.

Saat ini para pengguna internet dijejali dengan konten yang begitu banyak setiap harinya. Otak mereka kelelahan untuk dapat mengkonsumsi semuanya. Dan apabila anda ikut melakukan itu juga, maka mayoritas artikel anda akan menjadi tidak / kurang bernilai lagi di mata mereka – tidak peduli seberapa berkualitasnya artikel anda.

Hukum ekonomi dasar akan berlaku, semakin banyak penawaran – jika tidak diiringi dengan bertambahnya permintaan – maka nilainya akan menjadi turun.

Apa anda mau jika apa yang telah susah payah anda tulis menjadi tidak bernilai sama sekali?

Saya yakin tak ada seorangpun yang mau.

Jadi, Mari Kita Permudah Saja Semuanya. Mau?

Mulai saat ini, berhenti memposting artikel setiap hari.

Posting lebih jarang. Namun saat anda melakukannya – buat artikel yang 'mengguncang' mereka.

Buat artikel yang lebih panjang – dengan penjelasan yang lebih mendalam (rinci). Buat mereka mengatakan, “Wow, ini baru... .”

Buat mereka menanti-nanti artikel berikutnya yang anda posting. Dan persiapkan artikel berikutnya tersebut (lakukan antisipasi – jangan membuatnya secara mendadak).

Lakukan perencanaan yang matang dengan artikel-artikel yang akan anda publish. Buatkan jadwal yang teratur – dan ikuti jadwal yang telah anda tetapkan tersebut. Saya selalu menyarankan cukup 1 atau 2 kali posting setiap minggu – namun tentu saja anda harus menyesuaikan dengan niche yang anda garap.

Lalu apa yang harus dilakukan saat jeda waktu di antara posting?

Tentunya anda tidak harus berdiam diri saja.

Gunakan waktu jeda tersebut untuk mempromosikan artikel anda – berinteraksi di media sosial – membuat produk anda – meningkatkan engagement dengan subscriber anda – membuat backlink, dll.

Dengan kata lain, habiskan waktu jeda tersebut untuk membangun Bisnis anda. Bisnis nyata dari blog yang anda bangun. Bisnis nyata yang akan membawa anda dalam jajaran para Blogger Sukses.

Bagaimana?

Apabila artikel yang sudah saya berikan di atas cukup untuk ‘menyentil’ pikiran anda saat ini, maka pembahasan mengenai alasan mengapa anda harus berhenti ngeblog sekarang – mungkin akan membantu anda merasa lebih ‘terang benderang’.

Namun sebelum anda membacanya... , saya ingin tanggapan dari anda.

Seberapa sering anda melakukan posting selama ini? Apa anda melakukannya hanya karena ada yang menyarankannya kepada anda – atau karena anda memang memiliki strategi tertentu?

Tuliskan dalam kotak komentar di bawah, saya akan merasa senang untuk menanggapinya...

16 komentar:

  1. ini mah bukan menyentil lagi mas, langsung menohok ane..
    walaupun saya juga jarang ngepost untuk blog, tapi kualitas artikel yang saya post juga masih sangat dangkal. jadi ane mau bikin hogh quality blog namun masih terkendala dalam menentukan niche. mohon petunjuknya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah mas Candra. Artikel dan Seri Materi di Private Blog sudah terjadwal kok. Mas Candra sudah jadi member kan. Jadi tunggu aja, pasti akan saya bahas lengkap nantinya.

      Hapus
  2. Saat ini saya masih mengelola blog khusus resep masakan, betul mas hendra bilang, kadang saya terbentur dengan ide resep masakan apalagi yg harus dikerjakan, dulu nya saya berpikir makin banyak artikel yang kita posting maka kemungkinan visitor akan banyak datang. Ternyata kendala nya ya itu, bermain sendiri (tanpa Team) akan lbh cepat jenuh akan ide. Saat ini ingin coba pelan2 nulis niche lain tp slalu terkendala di niche apa yg akan dikerjakan.
    Satu lagi pertanyaan saya mas, jika saya mengelola blog resep masakan apakah saya harus juga memposting artikel setiap hari mengingat blog resep pada bulan Ramadhan biasa nya akan menjadi blog yang paling dicari org untuk ide masak baik itu untuk makanan utama ataupun penganan untuk berbuka, mohon jawaban nya mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tergantung Bang, klo resep yang kira-kira cocok sudah pernah diposting sebelumnya - saran saya sebaiknya buatkan saja 1 posting yang isinya kumpulan daftar resep tersebut (berikan ulasan singkat beserta link ke masing-masing artikel utuhnya).

      Jadi tugas berikutnya tinggal mempromosikannya saja. Itu sepertinya lebih simple dan tetap efektif juga.

      Hapus
  3. Kalau saya sendiri biasanya posting seminggu sekali atau bahkan lebih lama (sebulan dua kali) tapi bukan karena strategi melainkan kebingungan cari topik bahasan, saya selalu terkendala dengan keyword yang disukai pengunjung + yang dicari, kadang topik yang ingin saya bahas itu bisa dianggap menarik untuk pengunjung blog saya, cuman tidak ada yang cari topik tersebut di google atau mesin pencari lainnya, hasilnya malah engga jadi bikin postingan (walaupun jumlah pengunjung tetap stabli)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kenapa gak jadi dibuat? Buat aja klo memang topik itu dirasa cocok dan diinginkan visitornya. Itu justru bagus untuk semakin meningkatkan engagement.

      Hapus
  4. wah ... ini membuka pemahaman saya .... "artikel2 niche bisnis yang saya beli kebanyakan tidak bermutu, kadang saya sendiri malas membacanya..... tapi dah terlanjur beli ....

    untuk membuat artikel sendiri (rewrite byselft)... terkendala waktu ....

    memang betul kata anda, artikel yang dibuat 'untuk visitor' ....tidak pernah update berbulan-bulan... trafiknya stabil...

    artikel yang dibeli dari lelang, banyak yang asal-asalan ... setalah di posting, tidak ngefek untuk penambahan visitor ....

    thakns sharingnya mas...

    salam
    partisimon

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 bang Partisimon.

      Salam sukses...

      Hapus
  5. Bener banget mas, saya aja blog cuma 7 artikel trafiknya naik tiap bulan padahal dah setahun lebih ga diupdate dan ga ada backlink, tekniknya Mas Hendra emang worked *saya member blogging path beyond hehehehe...

    BalasHapus
  6. kok kebetulan saya juga mau bahas topik ini ya di blog saya..he he he..

    update tiap hari menurut saya memang terasa menyiksa, menurut saya malah kurang efektif,..sejak 2 bulan belakangan ini saya mulai ngerem update model kejar setoran kaya gitu,

    saya inget ucapan mas Dharmawan (panduanim)di salah artikelnya,."lebih baik update 3 hari sekali tapi konten berisi 2000 karakter, daripada tiap hari cuma 500 kata, capeknya sama",..

    artikelnya maknyuss mas Hendra,..kompor gas

    BalasHapus
  7. Ayo dibuat aja artikelnya Mas Teguh.
    Jadi kompor gas rame2....

    BalasHapus
  8. masukan yang positif
    lumayan bingung juga kalo mau post web setiap hari.
    jadi sekarang diselingin bikin backlink.
    walau belum ngerti backlink itu jenis makanan apa :p

    BalasHapus
  9. Berguna sekali artikelnya salam kenal dari blogger aceh

    BalasHapus
  10. Selalu bikin WOW kalau baca artikel nya mas hendra ini..
    Joss tenan....
    Baca" lagi mumpung masih proses bikin blog..

    BalasHapus
  11. pernah juga mengalami hal yang di ulas, awalnya ngrblog buat santai, tapi akhir kayak kejar setoran,, jadi lama-lama jenuh juga, ditambah lagi blog sepi visitor

    BalasHapus