6 Kesalahan Terbesar Para Blogger Saat Menentukan Niche

By
Mengapa 80-an dari 100 orang yang mencoba ‘peruntungannya’ dengan menjadi Blogger selalu berakhir dengan KEGAGALAN?

Hanya 3 sampai 4 orang saja yang benar-benar sukses mendapatkan penghasilan yang fantastis. Dan belasan orang sisanya bervariasi, mulai dari lumayan hingga cukup banyak.

kesalahan dalam memilih niche blog

Blogging terlihat sangat menjanjikan.

Adsense terlihat sangat menggiurkan – apalagi setiap bulan ada yang upload foto / update status ‘karung’ di media sosial.

Membangun Blog Niche juga terlihat sebagai pilihan yang pas.

Semua berangkat dari ‘mimpi’ yang sama – namun begitu menjalani sebagai Blogger – mayoritas orang akan memasuki ‘ruangan gelap’ dengan banyak ‘dinding’ di sekitar mereka. Semakin jauh melangkah, maka semakin pekat pula semuanya terlihat.

Yah..., kenyataan memang hampir selalu berbeda dengan mimpi. Itu sudah hukum alam.

Hanya orang-orang beruntung (memiliki pengetahuan, mau terus belajar, tidak malas berusaha) saja yang akan bisa mencapai mimpinya – atau setidaknya mencapai hasil yang tidak terlalu jauh berbeda dengan yang diimpikan.

Terkait dengan topik artikel kali ini – yaitu tentang kesalahan dalam menentukan niche, maka ada beberapa hal yang perlu kita samakan terlebih dahulu.

Sudut Pandang Saya Mengenai Niche

Dalam blog HWSEO ini saya selalu mengajarkan bagaimana membangun sebuah BISNIS dengan menggunakan blog. Dan tujuan utama dari bisnis hanya 1 – yaitu untuk mendapatkan UANG.

Jadi setiap kali saya ingin membangun sebuah blog, saya selalu melihat kemungkinan apakah niche tersebut memiliki potensi bisnis dan apakah saya bisa menawarkan sesuatu pada market tersebut.

Apabila untuk kedua hal tersebut jawabannya “Tidak”, maka itu adalah niche yang salah bagi saya.

Tentu saja anda tidak harus setuju dengan saya.

Jika Blogging bagi anda hanyalah sebuah hobi, dan anda ingin membuat blog tentang sesuatu yang menurut anda cukup keren atau menarik – maka silahkan lanjutkan!

Anda bisa keluar sekarang, karena artikel ini tidak cocok dan bukan yang anda cari.

Namun apabila “Uang” adalah sesuatu yang anda inginkan dari kegiatan Blogging anda, maka anda harus terus membaca artikel ini hingga selesai – karena ini adalah ‘pengetahuan’ yang penting untuk anda pahami.

Baik, mari kita mulai...

Kesalahan Umum Para Blogger Saat Memilih Niche Blog Mereka


Kesalahan #1: Memilih Hanya Berdasarkan Passion

Memilih niche berdasarkan Passion adalah hal yang baik, dan saya juga menyarankan anda untuk berangkat dari sana. Namun jika hanya itu saja yang anda jadikan sebagai pertimbangan, maka itu sama saja artinya anda melupakan tujuan utama anda – yaitu mendapatkan UANG.

Agar blog anda bisa menjadi sebuah bisnis, maka anda juga harus melihat faktor-faktor yang membuat sesuatu bisa dikatakan sebagai bisnis, yaitu:
  • Adanya permintaan pasar. (Adakah orang yang peduli?)
  • Adanya motivasi pasar. (Adakah orang yang mencari informasinya? Atau, apakah orang-orang cukup termotivasi untuk mengatasi masalah mereka?)
  • Adanya permintaan akan solusi. (Inilah yang membuat anda memiliki ide mengenai produk yang bisa ditawarkan)
  • Adanya uang yang berpindah tangan. (Apakah sudah ada orang lain yang menjual di pasar itu? Jika ada – apalagi kalau banyak, maka itu membuktikan jika orang-orang memang rela membuka dompet mereka)

Apa anda bisa melihat perbedaanya?

Jadi semenarik apapun sebuah niche menurut anda, apabila anda tidak bisa membangun sebuah bisnis dari niche tersebut – maka itu artinya anda sudah gagal sejak awal.

Satu-satunya penyelamat mungkin adalah dengan meng-uangkan blog anda memakai advertising – itupun jika pengunjung blog anda cukup banyak, ada iklan yang masih terkait, dan nilai CPC-nya tidak dibawah 500 rupiah/klik.

Dan meng-uangkan blog hanya dengan advertising tidak akan pernah menaikkan level anda di dunia Blogging.

Lebih banyak dari BPB Member Area:

> Pentingnya Memulai Dari 4 Mega Niche

Kesalahan #2: Terlalu Umum / Luas

Banyak sekali Blogger yang membuat kesalahan ini dengan blog niche mereka. Membiarkan blog mereka terlalu umum dengan tipe visitor yang terlalu luas.

Dari sudut pandang bisnis, mencoba menjual sesuatu ke semua orang adalah tindakan yang bodoh. Tidak ada satupun pengusaha yang melakukan itu.

Hal yang sama juga berlaku pada blog niche anda.

Sebagai contoh:

Apa anda pernah mencoba menjual sesuatu ataupun memasang banner (link) Affiliate pada blog anda?

Apabila selama 1 bulan anda tidak mendapatkan penjualan atau konversinya sangat rendah – walaupun visitor blog anda lumayan banyak dan produk yang anda tawarkan sudah sesuai dengan niche blog anda – maka itu salah satu indikasi jika blog anda masih terlalu umum.

Untuk bisa sukses dengan blog yang anda bangun, anda harus lebih spesifik lagi dengan pilihan niche anda. Anda harus mentarget tipe visitor tertentu dari pengunjung blog niche anda.

Lebih banyak dari BPB Member Area:

> Alasan Vital Target Market Penting dan Harus Ditentukan

Kesalahan #3: Menganggap Bahwa Tidak Adanya Kompetitor (Minimnya Kompetitor) Sebagai Hal Yang Baik

Ini juga merupakan kesalahan klasik.

Suatu waktu anda mendapatkan sebuah ide yang sepertinya menarik. Anda lalu mencoba browsing untuk mencari tahu apakah persaingannya tinggi atau tidak. Anda mendapati bahwa ternyata belum ada (belum banyak) yang menggarapnya. Lalu anda berpikir bahwa anda telah mendapatkan jackpot – dan semuanya pasti akan berjalan mulus dan lancar.

Well.., jangan buru-buru senang dulu.

Di satu sisi, tidak ada atau minimnya kompetitor bisa jadi merupakan hal yang menguntungkan bagi anda. Namun di sisi lainnya, itu juga bisa jadi merupakan sinyal jika tidak ada orang yang peduli dengan hal tersebut.

salah memilih niche: tidak memiliki audiens

Bisa jadi orang-orang malas menggarap niche tersebut karena memang tidak terdapat ‘cukup uang’ di sana.

Saya sendiri lebih suka menggarap niche yang sudah terbukti menghasilkan karena ada orang lain yang bermain di sana – selama saya yakin bisa menawarkan ‘sesuatu’ yang berbeda. Kompetisi bukan hal yang harus ditakuti ataupun dihindari.

Kompetisi adalah sebuah peluang.

Tugas anda hanyalah untuk memastikan apakah peluang tersebut bisa anda garap atau tidak.

Kesalahan #4: Tidak Memiliki Unique Selling Proposition (USP)

Mungkin anda masih asing dengan istilah ini. Saya sendiri juga bingung mencari istilah yang paling pas untuk bahasa Indonesianya.

Secara sederhana, USP adalah hal yang membedakan anda dari yang lainnya. USP adalah alasan mengapa orang-orang harus lebih memperhatikan anda dibanding kompetitor anda.

Bisa juga dikatakan jika USP termasuk bagian dari proses Branding yang anda lakukan.

Lalu apa saja yang membuat orang-orang lebih memperhatikan (mendengarkan) anda daripada kompetitor anda saat membahas topik yang sama?

Bisa jadi itu karena kualitas dari konten-konten yang anda sajikan. Bisa jadi itu karena kepribadian anda – gaya anda – atau tingkat ke-profesionalisme-an anda. Bisa jadi itu karena anda sangat detail – atau kemampuan anda dalam menjelaskan sesuatu yang membuat audiens anda mudah untuk memahaminya.


Kesalahan #5: Sama Sekali Tidak Mengerti atau Tidak Suka Dengan Niche-nya

Berapa banyak Blogger yang ikut-ikutan menggarap niche tertentu hanya karena niche tersebut dikatakan profitable?

Jawabannya.., BANYAK. Bahkan mungkin sangat banyak.

Ini tentu merupakan sebuah kesalahan.

Walau kita tidak harus menjadi seorang ‘ahli’ terlebih dahulu untuk menggarap sebuah niche, namun apabila kita sama sekali tidak paham atau tidak menyukai niche tersebut – maka bisa dipastikan blog tersebut akan menjadi sebuah PROYEK GAGAL.

Anda tidak akan bisa terus merawat blog tersebut hingga tahunan. Anda akan kehabisan ide konten – anda akan bosan – anda tidak akan bisa membangun bisnis dengan blog tersebut.

Belum lagi kendala pada cara penyajian konten – yang saya yakin tidak akan dapat meningkatkan engagement dengan visitor, karena terlalu biasa dan tidak menyentuh sisi ‘emosional’.

Kesalahan #6: Tidak Memiliki Model Bisnis

Saya selalu mengatakan bahwa, hanya mengandalkan advertising (contohnya: Adsense) untuk meng-uangkan blog anda adalah sebuah kerugian.

Jika anda memiliki model bisnis atau mengetahui beberapa strategi monetization yang memang terbukti, maka:
Dengan jumlah traffick yang sama, anda akan mendapatkan uang berkali-kali lipat jauh lebih banyak dari yang anda dapatkan melalui advertising.

Dan yang lebih mengasyikannya lagi, anda tetap bisa memasang banner iklan dalam blog anda.

Jadi apabila anda tidak dapat membayangkan bagaimana cara mendapatkan uang dari blog niche yang akan anda bangun selain melalui advertising, maka itu artinya ada sesuatu yang salah.

Materi yang membantu:

> Cara Menghasilkan Uang Dari Blog

That’s all.

Hindari 6 kesalahan yang telah saya sebutkan di atas, dan blog yang anda bangun pasti akan lebih berpotensi untuk menjadi sebuah bisnis jangka panjang yang menguntungkan bagi anda.

Pemahaman yang lebih mendalam bisa anda pelajari sambil jalan dengan rajin membaca artikel-artikel yang berasal dari sumber-sumber yang memang terpercaya.

Atau jika anda ingin lebih menghemat waktu dan tenaga – anda bisa bergabung di Member Area Blogging Path Beyond. Anda tidak perlu pusing-pusing lagi untuk memilah mana yang benar mana yang tidak. Semua artikel dan materi yang disampaikan disana berdasarkan contoh nyata dan hasil studi yang akurat.

Oya, sebelum anda melanjutkan. Apa anda memiliki tanggapan atau pertanyaan seputar artikel di atas? Jika ada, maka jangan sungkan untuk menuliskannya di kolom komentar – saya pasti akan menanggapinya.

0 komentar:

Posting Komentar