(9+3) Cara Membuat Judul Artikel Yang Menarik Perhatian Pengunjung

By // 1 komentar:
Mengapa kita harus repot-repot untuk mengetahui bagaimana cara membuat judul artikel yang baik dan menarik?

Sebagian dari anda mungkin memiliki pertanyaan tersebut.

cara membuat judul artikel yang menarik

Coba bayangkan:

Anda mendapatkan ide cemerlang tentang suatu topik – lalu anda bekerja keras untuk menulis sebuah artikel yang benar-benar berkualitas dan pasti akan bisa membantu pembaca blog anda.

Anda puas dengan apa yang telah anda tulis. Tiba waktunya bagi anda untuk mem-publish artikel tersebut – dan tidak cukup sampai disitu, anda juga mempromosikannya di berbagai Media Sosial.

Anda menunggu... menunggu... hening...

Tidak ada komentar. Tidak ada yang men-share tulisan anda. Dan yang lebih parah – bahkan tidak ada satu orang-pun yang tertarik untuk meng-klik dan membaca artikel anda.

Apa yang salah?

Disisi lain..

Anda menemukan blogger lain yang menuliskan topik yang sama. Anda lihat artikelnya tidak selengkap tulisan anda. Cara penulisannya juga tidak lebih menarik dari artikel anda.

Namun anda lihat posting tersebut mendapatkan banyak like dan ada yang men-share-nya di media sosial. Anda juga melihat artikel tersebut mendapatkan komentar – yang menjadi bukti bahwa ada yang membacanya.

Mengapa bisa seperti itu?

Ada beberapa faktor yang menentukan – seperti tingkat ke-Authority-an sang Blogger ataupun blognya, jumlah follower di Media Sosial, dan yang paling penting dari semuanya – judul artikel yang menarik.

Memangnya apa yang bisa membuat anda tertarik dan memutuskan meng-klik sebuah artikel untuk membaca isinya?

Coba anda bandingkan:
  • Cara Ampuh Menghilangkan Jerawat Dalam Semalam
Atau..
  • 3 Cara Ini Akan Membantumu Hilangkan Jerawat Dalam Semalam
Isi artikelnya sebenarnya sama, namun jika diminta untuk memilih – maka yang mana di antara 2 judul di atas yang akan anda klik?

Sepertinya sudah jelas – mayoritas dari anda pasti memilih untuk meng-klik judul yang kedua dan mengabaikan yang pertama.

Begitupula dengan orang lain, tidak ada bedanya dengan anda, mereka juga akan memutuskan hanya berdasarkan judul artikel – apakah akan membaca lebih lanjut atau tidak.

Dan yang lebih menarik lagi, beberapa studi kasus telah membuktikan bahwa:
  • Mayoritas orang men-share artikel hanya berdasarkan judulnya saja – tanpa pernah membaca isinya sama sekali.
Bagi anda yang selama ini rutin menggunakan media sosial pastinya sadar dengan fenomena tersebut.

Hingga disini, saya yakin sekarang anda sudah paham mengapa penting sekali untuk menguasai cara menulis judul artikel yang menarik dan juga baik.

Sekarang..., kita menuju ke pembahasan utama dari artikel kali ini – yaitu bagaimana membuat judul artikel yang menarik sehingga bisa memancing klik, mendapatkan like, ataupun di-share oleh orang-orang.

Mari kita mulai...

Dapatkan & Manfaatkan MATERI KOMPLITNYA

  Klik disini untuk melihat >>

9 Tipe Judul Artikel Yang Selalu Berhasil Menarik Perhatian Pembaca / Visitor

1. Rumus Umum Membuat Judul Yang Efektif

Sebelum melangkah ke macam-macam judul artikel yang lebih spesifik, ada baiknya anda memahami terlebih dulu rumus umum atau syarat dari sebuah judul bisa dikatakan baik dan benar.

Apa saja itu?

syarat membuat judul artikel yang menarik

Formula di atas memiliki hampir semua syarat yang dibutuhkan untuk membuat sebuah judul yang efektif – karena itu, banyak pakar copywriting yang telah membahas atau menyebutkannya dalam tulisan mereka.

Ada 5 komponen yang terdapat dalam formula tersebut, yaitu:
  • Angka
  • Alasan (Dasar) – kata-kata yang menyampaikan nilai, contohnya: cara, rahasia, tips.
  • Kata Kunci – kata / kalimat yang menjelaskan topik dari artikel
  • Kata Sifat (Keterangan) – contohnya: terbaik, mengejutkan, cantik
  • Janji – hasil yang akan didapatkan oleh pembaca setelah membaca konten

Jika anda perhatikan, saya yakin anda semua akan sepakat untuk mengatakan bahwa membuat judul yang efektif menarik pembaca ternyata – “Mudah”.

Saking mudahnya, sehingga banyak judul artikel yang jelek-pun memiliki komponen-komponen tersebut di dalamnya.

Perhatikan!

Memasukkan semua komponen tersebut dalam judul artikel anda memang mudah – yang sulit adalah meramu atau mendapatkan kombinasi yang pas.

Jadi judul tulisan anda tidak saja akan terlihat menarik, namun juga akan ‘terasa’ spesial.

Dan inilah yang akan anda pelajari lebih lanjut di bawah ini.

2. Cara Membuat Judul Tutorial Yang Membuat Orang Tertarik

Artikel tutorial adalah salah satu jenis artikel yang paling banyak dicari oleh para pengguna internet.

Karena itu saya yakin mayoritas dari anda pasti sudah sangat sering membuat judul posting yang dimulai dengan kata ‘Cara’ atau ‘Cara Untuk’.

Secara umum, formula untuk membuat judul artikel tutorial yang menarik adalah:

Cara / Cara Untuk + Tindakan (Perbuatan) + Manfaat / Keuntungan Bagi Mereka

Contohnya:
  • Cara Mudah Menghilangkan Lemak di Perut Dalam 3 Hari
  • Cara Meningkatkan Jumlah Visitor Blog Tanpa Menambah Artikel

Nilai jual yang membuat 2 contoh judul artikel di atas menjadi menarik dan ‘memancing’ orang untuk meng-kliknya adalah pada manfaat / keuntungan yang diberikan.

Banyak orang yang ingin menghilangkan lemak di perut mereka dengan cepat, jika kemudian ada yang menjanjikan itu bisa dilakukan dalam 3 hari – pastilah mereka akan merasa sangat rugi jika melewatkannya (tidak membacanya).

Perhatikan!

Sangat penting untuk benar-benar menyajikan apa yang sudah anda janjikan dalam judul yang anda buat – karena anda tentunya ingin mereka berkunjung kembali ke blog anda.

Jika isi artikel anda memang berkualitas dan sesuai dengan yang dijanjikan dalam judulnya, maka kemungkinan artikel anda untuk di-share juga pasti akan meningkat.

3. Alasan Artikel Yang Menyajikan Daftar (List Article) Selalu Disukai

Hal ini berhubungan dengan komponen pertama dalam rumus umum membuat judul yang efektif – seperti yang telah saya sebutkan di atas: Angka!

Berdasarkan data analisa dari 1 juta judul konten yang paling populer, Noah Kagan (salah satu Top Blogger) mendapati bahwa artikel yang menyajikan daftar berada pada posisi pertama.


Ini merupakan bukti konkrit bahwa orang-orang suka dengan list article.

Mengapa?

Ada beberapa alasan.

Pertama, angka memberikan kejelasan (clarity).


Seperti halnya anda, para pembaca blog anda juga lebih memilih untuk membaca sesuatu yang lebih jelas (sudah dapat mereka bayangkan).

Sebagai contoh:
  • Berbagai Tempat Wisata Menarik di Papua Yang Wajib Dikunjungi
bandingkan dengan...
  • 7 Tempat Wisata Menarik di Papua Yang Wajib Dikunjungi

Pada judul artikel yang pertama menggunakan ‘berbagai tempat wisata’. Sedangkan pada judul yang kedua, disana langsung disebutkan ‘7 tempat wisata’.

Sekarang mana yang lebih jelas menurut anda? Mana yang lebih spesifik? Mana yang lebih ingin anda klik?

Tentu saja, judul artikel yang kedua.

Dan data analisa juga mengatakan hal yang sama, orang-orang lebih memilih yang menggunakan angka – karena mereka merasa lebih pasti dengan apa yang akan mereka dapatkan.

Jika mengacu pada contoh – maka mereka akan bisa memastikan bahwa ada 7 tempat wisata yang akan diulas dalam artikel tersebut.

Alasan kedua mengapa list article sangat disukai adalah – karena terasa lebih mudah untuk dibaca.

Angka membuat pembaca dapat men-skim (membaca dengan cepat) sebuah artikel. Mereka akan melihat setiap bagian secara sekilas, dan akan berhenti pada bagian yang menurut mereka paling menarik – untuk membacanya secara lengkap.

Hal tersebut membuat mereka merasa lebih nyaman. Jadi tidak heran apabila data analisa juga mendapati jika judul artikel yang menyertakan angka mendapatkan klik yang paling tinggi.

4. Apa Yang Membuat Pembaca Anda Merasa Penasaran?

Selanjutnya, salah satu tipe judul yang juga banyak mendapatkan share adalah – Pertanyaan.

Contoh paling sederhana adalah seperti apa yang saya tulis pada sub-heading di atas.

Jadi berikan pertanyaan ke pembaca anda tentang suatu hal yang ingin mereka pelajari atau ketahui lebih lanjut. Mereka akan meng-klik untuk membaca selengkapnya ataupun men-share artikel anda karena pertanyaan tersebut mengindikasikan jika jawabannya ada dalam artikel.

Perhatikan!

Jangan hanya sekedar memberikan pertanyaan.

Salah satu kunci sukses untuk membuat jenis judul artikel ini menjadi efektif adalah – dengan mengajukan pertanyaan yang langsung membuat mereka terlibat.

Sebagai contoh:
  • Jangan bertanya – "Bagaimana menghilangkan jerawat dalam semalam?"
  • Tapi tanyakan – "Bagaimana menghilangkan jerawat anda dalam semalam?"

Saya yakin anda bisa merasakan perbedaan sensasi diantara keduanya.

5. 3 Kesalahan Penulisan Judul Artikel Yang Sering Dilakukan Blogger

Sebelum anda terlalu larut...

Bagian ini tidak benar-benar akan menjelaskan tentang kesalahan-kesalahan yang anda lakukan saat membuat judul.

Sub-headline di atas hanyalah contoh dari formula berikutnya yang akan kita bahas – yaitu menggunakan kata ‘kesalahan’.

Secara umum, semua orang takut melakukan kesalahan. Karena itu, menggunakan kata ‘kesalahan’ dalam judul hampir selalu efektif membuat semua orang tertarik untuk membacanya lebih lanjut.

Alasannya?

Apalagi kalau bukan karena rasa penasaran.

Bahkan walaupun kita yakin tidak melakukan kesalahan tentang suatu hal yang berhubungan dengan diri, lingkungan, ataupun pekerjaan kita – kita tetap merasa penasaran untuk membacanya – hanya untuk memastikan bahwa kita tidak melakukan sebuah kesalahan.

Perhatikan!

Kunci sukses dari judul yang menggunakan kata ‘kesalahan’ adalah pada penempatan yang pas antara topik dan audiens anda.

Jadi coba pahami lagi siapa audiens terbesar blog anda – gali apa saja hal-hal yang mereka pedulikan – dan buat artikel tentang kesalahan-kesalahan yang mungkin mereka lakukan pada topik-topik tersebut.

Saya yakin artikel anda pasti akan jadi populer jika disajikan dengan baik.

6. Berikut Ini Adalah Formula Judul Artikel Terbaik!

Bukan tanpa alasan jika Advanced Marketing Institute membuat Emotional Marketing Value Headline Analyzer.

cara membuat judul artikel yang baik

Sebuah studi yang dilakukan oleh Dr. Hakim Chishti (seorang peneliti terkenal) – menemukan bahwa beberapa kata tertentu bisa membangkitkan emosi (perasaan) lebih baik dari kata-kata lainnya. Dan dia juga mendapatkan bukti bahwa emosi bisa mendorong orang untuk bertindak.

Hasil penelitian tersebut tidak saja memberi masukan yang luar biasa di dunia marketing, namun juga di dunia blogging.

Mengapa?

Karena apabila judul konten yang anda bagikan berhasil mempengaruhi emosi (perasaan) orang-orang, maka besar kemungkinannya mereka pasti akan melakukan tindakan – entah itu memberikan komentar, memberikan like, men-share, atau apapun.

Garrett Moon dari CoSchedule bahkan pernah menunjukkan bukti bahwa model judul artikel yang seperti ini bisa meningkatkan jumlah share di media sosial.

contoh judul artikel yang mendapat banyak share

Lalu bagaimana cara membuatnya?

Berikut ini contoh dan penjelasan singkatnya:
  • Judul asli: 7 Cara Membuat Backlink Yang Sudah Terbukti
  • Judul yang lebih baik: 7 Cara Membuat Backlink Ini Sudah Terbukti dan Mudah Diikuti
Alasan kenapa lebih menarik: Karena anda tidak saja akan mendapatkan cara membuat backlink yang memang sudah terbukti, namun anda juga bisa mengikuti caranya dengan mudah. It’s a win-win!

  • Judul asli: Pentingnya Menetapkan Target dan Usaha Untuk Meraihnya
  • Judul yang lebih baik: Anda Tidak Harus Selalu Mencapai Target Yang Telah Ditetapkan
Alasan kenapa lebih menarik: Judul tersebut akan membantu membuat perasaan pembaca menjadi lebih baik dengan kegagalan yang pernah mereka alami. Artikel tersebut akan dibaca dan di-share oleh mereka – karena itu mencerminkan diri mereka sebagai seorang manusia.

7. Bingung Bagaimana Bersaing Dengan Kompetitor? Manfaatkan Brand Terkenal!

Apabila anda ingin membahas topik yang sudah sangat sering dibahas oleh banyak blogger lain, maka kemungkinan besar anda pasti akan menemukan kesulitan untuk membuatnya terlihat menonjol di antara yang lain.

Hal yang sama juga biasanya akan anda alami saat membuat artikel dengan topik yang sifatnya kompleks.

Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Ada satu teknik yang sebenarnya sederhana, namun sangat efektif – yaitu dengan mendompleng nama brand yang sudah terkenal.

Sebagai contoh:

Ada banyak sekali blogger yang sudah menulis konten tersebut. Walaupun artikel anda lebih lengkap – lebih unik – atau lebih mudah dipahami, tetap saja anda akan sulit meyakinkan orang-orang untuk mau meng-klik dan membacanya.

Anda tidak mungkin membuat judul yang ‘lebay’, seperti:
  • Cara Merawat Kulit Secara Alami Terlengkap (Dijamin Sangat Lengkap!)

Kelemahan model judul seperti di atas adalah pada konten yang anda berikan. Karena apabila yang anda sajikan tidak seheboh judulnya – maka nilai authority anda akan langsung jatuh di mata pembaca anda. Dan mereka akan mengingat itu selamanya.

Karena itu manfaatkan saja nama/brand terkenal untuk membuat judul artikel anda lebih menarik.

Contoh:
  • Bagaimana Cara Merawat Kulit Secara Alami ala Chelsea Islan?

Judul di atas akan lebih mudah dalam menarik perhatian orang-orang dan anda juga tidak memberikan janji yang terlalu berlebihan.

8. Gabungkan Judul Dengan Sub-Judul

Tujuan dari menggabungkan judul dengan sub-judul adalah untuk menambahkan kejelasan (clarity) kepada calon visitor anda.

Saat ini menyajikan judul artikel yang ‘pintar’ seperti memasukkan beberapa long tail keyword dalam judul sudah tidak seefektif dulu.

Algoritma Hummingbird sudah membawa perubahan yang cukup signifikan dalam perangkingan di halaman search result.

Seperti yang pernah saya singgung dalam artikel mengenai SEO di masa depan dan juga studi kasus sederhana dalam teknik SEO dengan memanfaat psikologi manusia – perang anda yang sesungguhnya adalah untuk menarik perhatian manusia, bukan menarik perhatian robot.

Berikut contoh judul artikel dengan teknik ini:
  • Bagian Tubuh Wanita Yang Disukai Pria: 5 Yang Paling Membuat Mereka Tertarik

9. Cara Mudah Agar Judul Artikel Anda Selalu Dapat Menarik Pengunjung

Jika sub-headline di atas dapat membuat anda semangat dan ingin mengetahui bagaimana caranya, maka itu artinya saya cukup berhasil memberikan contoh.

Sorry...

Karena faktanya, tidak ada cara mudah yang bisa menjadikan anda sebagai seorang yang ahli dalam semalam.

Artikel ini pastinya akan membantu anda menjadi lebih baik dari 80% blogger lainnya di luar sana, namun anda juga harus melakukan praktek – dan itu membutuhkan waktu.

Inti dari teknik penulisan judul artikel ini adalah – anda menyampaikan bahwa ada cara yang (lebih) mudah / sederhana untuk mengatasi masalah yang dialami oleh pembaca anda.

Judul artikel seperti di atas akan selalu terlihat menarik karena mayoritas orang itu sibuk – sok sibuk – malas. Mereka ingin semuanya lebih mudah dan kalau perlu juga cepat.

Sebagai contoh:

Anda tentu akan lebih tertarik untuk membaca...
  • 3 Tips Sederhana Yang Ampuh Untuk Menghentikan Kerontokan Rambut
dibanding...
  • 3 Tips Cara Menghentikan Kerontokan Rambut

Sebagai Kesimpulan:

Jika berbicara mengenai cara meningkatkan traffic dan jumlah share (di media sosial) – maka judul adalah bagian terpenting dari konten anda.

Membuat judul yang selalu dapat menarik perhatian orang untuk meng-klik, memberikan like, ataupun men-share bukanlah hal yang mudah – anda butuh banyak praktek dan pemahaman yang mendalam.

9 cara membuat judul artikel menarik yang saya sampaikan di atas adalah formula yang sudah teruji dan bisa langsung anda pakai untuk menulis judul posting yang lebih baik.

Jadi, mulailah untuk menerapkannya pada konten-konten di blog anda.

Good luck!

Miliki Headline Fundamental + [BONUS] Langkah Praktis Meningkatkan Engagement

Klik disini untuk melihat >>

Berhenti Ngeblog? Sekarang Adalah Waktu Yang Tepat Untuk Anda

By // 6 komentar:
Jika anda memang ingin menghasilkan uang dari Internet – jika anda ingin menjadi bagian dari orang-orang yang berpenghasilan besar melalui Blog, maka berhentilah Ngeblog mulai sekarang!

"What??? Sumpe loe?" (gaya ABG alay mode on)

No. Saya serius... Sangat serius...

Alasan mengapa saya meminta anda untuk berhenti blogging adalah karena anda tidak akan pernah bisa beranjak dari tempat anda sekarang jika masih berpikiran diri anda hanyalah seorang blogger.

mengapa sekarang waktunya anda berhenti ngeblog

Seperti janji saya, artikel ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya yang membahas alasan mengapa posting artikel setiap hari tidak perlu dilakukan (silahkan baca dulu jika anda belum membacanya) – dan apa yang sebaiknya dilakukan.

Seseorang yang menganggap dirinya ‘hanya’ sebagai blogger akan merasa bahwa produk akhir mereka adalah artikel.

Anda harus terus posting banyak artikel. Jika sudah lewat hingga berhari-hari, dan anda masih saja belum bisa mem-posting sesuatu yang baru – maka anda akan memiliki perasaan (membatin) jika anda sepertinya sudah gagal.

Saat anda ingin mendapatkan lebih banyak pengunjung ke blog anda, maka jawaban yang terlintas di pikiran anda adalah... posting lebih banyak artikel lagi!

Apakah itu salah?

Tentu tidak. Memang seperti itulah yang namanya ngeblog (blogging). Menulis... dan terus menulis... Mendapatkan komentar, share, dan retweet menjadi salah satu tolak ukur kesuksesan yang cukup membuat anda merasa sangat senang.

Namun kemudian anda mengatakan, “Saya juga ingin mendapatkan uang dari blog saya.”

Maka langkah selanjutnya sudah bisa ditebak. Seperti biasa... google adsense dan produk-produk yang menggunakan sistem affiliate menjadi pilihan utama.

Alasannya jelas, adsense sangat mudah karena anda tinggal memasang banner dan link iklan dalam blog. Sedangkan untuk produk affiliate, banyak blogger yang memandangnya kurang lebih sama – bedanya hanya pada "uang-nya" saja yang berdasarkan komisi dari penjualan.

Masalahnya, 2 model ‘Blog Monetization’ tadi membutuhkan traffic yang sangat banyak agar bisa mendapatkan ‘penghasilan besar’. Terutama untuk adsense – yang memang merupakan primadona-nya mayoritas blogger di Indonesia.

Lalu bagaimana agar blog anda bisa mendapatkan visitor yang berlimpah? Kembali ke jawaban awal – posting lebih banyak artikel lagi.

Kembali ngeblog (menulis artikel) dan terus ngeblog hingga akhirnya anda jenuh atau kehabisan ide tulisan.

Coba Berhenti Sejenak! Mari Kita Berbicara Fakta Sebenarnya.


Dari apa yang saya lihat dan ketahui selama ini, kebanyakan ‘Mastah’ yang mengajarkan bisnis online dalam blog mereka sebenarnya tidak memiliki cukup pengalaman diluar bisnis online yang mereka jalani.

Jadi yang mereka ajarkan adalah hal-hal yang memang ‘berhasil’ untuk mereka. Kebanyakan malah hanya membahas mengenai berbagai tools yang membantu pekerjaan mereka – serta teknik dan cara menggunakannya. Sedangkan essensi terpenting dan prinsip pola pikir hampir tidak pernah disentuh sama sekali.

Sehingga sangat wajar jika yang muncul kemudian hanyalah para copycat (peniru) – wajar jika mayoritas orang merasa sulit untuk menyadari apa yang bisa berhasil untuk diri mereka sendiri – wajar jika akhirnya banyak yang GAGAL.

Faktanya…

Ngeblog memang bisa menghasilkan ‘Uang Besar’. Namun itu tidak mudah – dan tidak banyak orang yang dapat mencapainya.

Jika anda termasuk salah satu dari mereka yang belum merasakan kesuksesan di dunia online, maka mungkin selama ini anda telah fokus pada hal yang salah.

Perhatikan!

NGEBLOG itu hanyalah kegiatan yang anda lakukan. Itu BUKAN sesuatu yang bisa anda jual. Karena itu, NGEBLOG bukanlah cara terbaik untuk mendapatkan uang secara online – bukan untuk kebanyakan orang.

Satu-satunya syarat untuk bisa mendapatkan ‘Penghasilan Tinggi’ dengan ngeblog adalah apabila anda berhasil membangun basis visitor yang besar dan bisa mendatangkan traffic yang berlimpah ke blog anda.

Tentu saja itu sangat mungkin, namun jangan pernah menganggap jika itu mudah dan bisa diperoleh dalam waktu singkat.

Apalagi jika anda membaca riset terbaru dari Glen (Viperchill), dimana dia mengungkapkan jika saat ini mayoritas halaman 1 SERP hanya dikuasai oleh 16 raksasa Media Dunia. Tentu saja riset tersebut hanya berdasarkan keyword-keyword berbahasa Inggris, namun ‘trik SEO’ yang disebutkannya juga sudah diterapkan oleh beberapa jaringan Media Besar di Indonesia.

alasan mengapa anda harus berhenti ngeblog

Hanya menunggu waktu saja untuk halaman hasil pencarian Google Indonesia juga disapu bersih oleh web-web dari jaringan media-media besar tersebut.

Lalu apa yang tersisa bagi anda? Seyakin apa anda bisa bersaing dengan mereka?

Jadi saya rasa saat ini memang betul-betul waktu yang tepat bagi anda untuk berpikir ulang.

Waktunya untuk mulai melakukan apa yang seharusnya memang anda lakukan.

Berhenti Ngeblog dan Mulai Lakukan Content Marketing


"Content Marketing? Apa bedanya dengan Ngeblog?"

Mungkin serupa – namun yang jelas tidak sama. Content marketing bukanlah istilah lain dari blogging (ngeblog).

Walaupun secara bentuk konten (artikel, gambar, video, infografis, dll) sama, dan sama-sama menembak kata kunci, juga sama-sama dimuat dalam blog – namun secara prinsip dan pola pikir kedua hal tadi benar-benar berbeda.

NGEBLOG. Anda memulainya dengan sebuah blog.

Apa yang anda kerjakan? Ya tentu saja... ngeblog (membuat dan memposting konten).

Setelah itu anda berusaha untuk mencocokkan blog anda dengan beberapa model blog monetization untuk mendapatkan penghasilan – karena itu pilihan paling logis adalah dengan advertising dan affiliate.

Tidak sedikit pula blogger yang main ‘hantam kromo’ dengan memasang berbagai banner affilate – walau produk yang ditawarkan tidak matching dengan blog mereka. Jadi tidak heran jika konversinya sangat-sangat rendah – bahkan 0 penjualan.

CONTENT MARKETING. Anda memulainya dengan sebuah BISNIS.

Tentu saja, kata ‘marketing’ adalah sinyal yang jelas jika ada sesuatu yang ingin anda jual disana. Dan anda menggunakan konten untuk memasarkan ‘apapun’ yang ingin anda jual tersebut.

Medianya sama, sudut pandangnya berbeda – cara melakukannya juga berbeda.

Seorang blogger memulai dengan membuat sebuah blog, lalu dilanjutkan dengan ngeblog. Sedangkan seorang content marketer memulai dengan sebuah bisnis, lalu menggunakan blog untuk memasarkannya.

Ngeblog VS Content Marketing


Agar anda dapat semakin jelas melihat perbedaannya, maka perhatikan beberapa hal berikut:
  • Seorang Blogger akan terus berusaha membuat sebanyak-banyaknya konten – dan akan merasa kebingungan jika sudah cukup lama tidak melakukan posting pada blog-nya. Sedangkan seorang Content Marketer hanya akan posting jika dia memang memiliki alasan untuk melakukannya.

  • Seorang Blogger senang membahas (memperdebatkan) seberapa sering mereka harus melakukan posting. Sedangkan seorang Content Marketer tidak pernah peduli dengan itu – karena konten mereka memang dibuat berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan.

  • Mayoritas Blogger menghabiskan 80% dari waktu mereka hanya untuk menulis posting blog... lagi dan lagi... Sedangkan seorang Content Marketer hanya menghabiskan 20% waktu mereka untuk menulis posting blog.

  • Seorang Blogger selalu beranggapan bahwa kunci untuk menambah traffic adalah dengan posting... dan posting terus... Sedangkan seorang Content Marketer sangat paham bahwa traffic bisa datang dari mana saja, dan bahkan bisa dibeli dengan mudah – mereka hanya perlu mempersiapkan konten yang dapat ‘mengikat’ mayoritas visitor yang masuk untuk menjadi loyal visitor.

  • Seorang Blogger lebih merisaukan jumlah komentar ataupun share. Sedangkan seorang Content Marketer lebih memperhatikan metrik yang langsung berhubungan dengan UANG – seperti tambahan jumlah subscriber (lead) ataupun penjualan yang terjadi.

  • Seorang Blogger tidak memiliki apapun untuk dijual – dan ide untuk membuat sesuatu untuk dijual terasa begitu sulit dan berat ... hal yang mungkin diakibatkan karena mereka terlalu sibuk memikirkan ide-ide postingan  baru. Sedangkan seorang Content Marketer memandang bahwa tidak memiliki apa-apa untuk dijual adalah hal yang Ironis – terutama jika mereka mengatakan ingin memiliki penghasilan besar dari blog.

  • Seorang Blogger membuang banyak waktu untuk mencari informasi dan membaca berbagai artikel tentang cara mengembangkan blog dan meningkatkan jumlah visitor – dan seringkali ini membuat otak mereka penuh dan berakhir dengan tanpa melakukan apa-apa. Sedangkan seorang Content Marketer menghabiskan waktu mereka hanya untuk membangun BISNIS mereka.

Jadi..., Yang Mana Anda Pilih?


Bukan tanpa alasan jika saya membagikan High Quality Niche Blog Blueprint beberapa bulan yang lalu. Semuanya semata-mata hanya untuk memperlihatkan jika ada cara yang lebih efisien dan layak untuk dilakukan jika ingin mendapatkan penghasilan besar melalui blog anda.

Satu-satunya hal yang menghalangi orang-orang untuk bisa memahami isi Blueprint tersebut adalah apa yang sudah saya sampaikan di atas – mereka terlalu sibuk memikirkan posting... dan posting terus... Sehingga mereka melupakan bahwa untuk bisa mencapai tujuan mereka (mendapatkan uang melalui blog), mereka harus melihat dan memperlakukan blog mereka sebagai sebuah BISNIS.

Cara untuk memulainya dengan benar adalah bukan dengan membuat sebuah blog terlebih dahulu. Sebelum membuat blog, hal pertama yang harus anda pahami adalah market-nya. Setelah itu anda harus memiliki produk yang benar-benar pas dengan market tersebut.

Jika kedua hal tersebut telah terpenuhi, maka tiba waktunya bagi anda membuat blog – menggunakan strategi yang tepat untuk membangun basis visitor yang benar-benar tertarget. Anda memberikan apa yang mereka cari, anda memotivasi mereka, anda meng-edukasi mereka, dan tentu saja – anda mendapatkan uang dari apa yang anda berikan untuk mereka.

Apa tetap bisa meng-uangkan blog dengan Adsense?

Tentu saja, itu sudah otomatis. Bahkan anda bisa mendapatkan nilai CPC yang lebih baik – karena blog yang anda bangun memang tertarget. Dan para pengiklan besar sangat menyukainya.

Ini bukan lagi Ngeblog dalam artian tradisional – it’s Beyond!

HWSEO – dan Blogging Path Beyond Private Blog – adalah mengenai bagaimana membangun sebuah bisnis dengan melakukan content marketing. Alasan mengapa bisa sukses tentu saja karena saya menggunakan pendekatan yang memang tertarget. Dengan itu saya menjadi lebih mudah dalam memprediksi semuanya.

Dan ini bisa diterapkan di berbagai bidang bisnis, apakah itu informasi – software – pelatihan – jasa – hingga untuk penjualan produk fisik. Semuanya bisa merasakan bagaimana content marketing yang dilakukan dengan benar akan meningkatkan penghasilan secara signifikan – walau dengan jumlah visitor yang sama.

Kuncinya hanyalah pada penyesuaian strategi dan metode berdasarkan tipe masing-masing market.

Karena itu, jika anda ingin melakukan transisi sebelum semuanya terlambat – maka segeralah melakukannya. Jangan ditunda-tunda. Blog lama andapun masih bisa di-rebranding kembali. Banyak blogger yang melakukannya – dan mereka bersyukur telah melakukannya.

Apabila anda sudah siap mengambil satu langkah lebih dekat dengan impian anda untuk mendapatkan penghasilan maksimal melalui blog anda, maka pertimbangkanlah untuk bergabung dengan Blogging Path Beyond Member Area sekarang – mumpung biaya yang saya tetapkan masih sangat-sangat terjangkau (karena masih perkenalan).

Note: Biaya akan terus saya naikkan secara bertahap – seiring bertambahnya Materi Praktis yang diberikan. Semakin cepat bergabung maka semakin sedikit biaya yang anda keluarkan.

Namun jika anda belum siap dan ingin mengetahui terlebih dahulu seperti apa kira-kira proses kerjanya secara menyeluruh, maka silahkan anda download High Quality Niche Blog Blueprint secara gratis.

So, good luck!

Punya tanggapan atau pertanyaan? Silahkan tinggalkan dalam kolom komentar, saya akan dengan senang hati menjawabnya.

Mengapa Blogger Tidak Perlu Posting Setiap Hari? Bagaimana Seharusnya?

By // 16 komentar:
“Keep posting bro! Kalau bisa sehari 2 sampe 3 artikel.”

Pernah membaca atau mendapatkan saran seperti di atas? Atau saat ini anda malah sedang menjalani saran tersebut?

Argumennya selalu sama...

Google menyukai fresh content. Jika anda ingin mendapatkan traffic yang banyak, maka anda harus terus posting setiap hari. Dan kalau bisa sebanyak-banyaknya.

Sabar. Nanti semuanya akan terbayar, anda akan panen visitor. Blog anda akan terlihat menonjol di mata Google, ranking blog anda akan melesat, Google akan menyukai blog anda, bla.. bla.. bla...

tidak perlu posting artikel setiap hari

Mau tahu faktanya?

That was a big-ass Joke!

Sayangnya sangat banyak blogger yang percaya dengan itu. Sehingga yang awalnya sebenarnya adalah sebuah ‘candaan’ untuk ‘mengerjai’ para Newbie – akhirnya menjadi kurang lucu lagi.

Bahkan mereka yang menganggap dirinya bukan seorang blogger – dan hanya menggunakan blog sebagai salah satu sarana promosi bisnis mereka – juga tidak sedikit yang ikut terpengaruh dan mengikutinya.

Tapi kan kalau artikel kita banyak, keyword yang di-indeks sama Google juga tambah banyak.

Jadi semakin cepat blog kita penuh dengan artikel, semakin cepat pula banyak keyword yang ter-indeks – akhirnya semakin cepat pula blog kita mendapatkan traffic yang tinggi dari Google.

Jawabannya?

Iya, betul. Tapi itu hanya akan terjadi bila keyword-keyword yang ter-indeks tersebut berhasil masuk di halaman 1 – bukan di halaman 2 hingga halaman antah berantah.

Dan posting setiap hari tidak akan membuat keyword yang anda ‘tembak’ dalam artikel-artikel anda menempati halaman 1 – tidak dalam waktu singkat, tidak secara otomatis, dan tidak pasti.

Itu bukan rumus untuk membuat blog anda kebanjiran visitor.

Lalu bagaimana sebaiknya?

Terus baca hingga selesai untuk untuk dapat memahaminya...

Masalah Dengan Menulis Artikel Setiap Hari

Anda sudah mengetahui bahwa cara paling mudah dan cepat untuk dapat bersaing di halaman 1 SERP adalah dengan blog niche – saya sudah pernah menyampaikan alasannya. Dan tentunya juga harus berkualitas agar tetap awet di halaman 1 dan terus memberikan penghasilan.

Masalahnya, dengan tema yang spesifik – apalagi jika niche yang anda ‘tembak’ lumayan sempit (termasuk micro niche) – maka tentu anda tidak akan bisa menyajikan artikel yang sangat banyak.

Sekarang bayangkan jika anda harus memposting setidaknya 1 artikel setiap hari, maka hanya dalam waktu 3 bulan saja anda harus membuat sekitar 90 artikel. Itupun tidak boleh mirip-mirip / menembak keyword yang sama – atau anda akan dianggap membuat duplikat konten oleh Google.

Saya yakin anda akan kewalahan, anda akan cepat kehabisan ide. Anda tidak akan punya apa-apa lagi untuk ditawarkan.

Lalu bagaimana setelah itu? Apa yang akan anda posting dalam blog anda?

Selanjutnya...

Apa anda mau jika bekerja tidak dibayar?

Seminimal-minimalnya, paling tidak anda mengharapkan sebuah senyuman dan ucapan terimakasih.

Hal yang sama juga seharusnya berlaku dengan artikel anda. Jika tidak bisa menghasilkan penjualan / mendapatkan lead / mendapatkan komentar / mendapatkan share – maka setidaknya tentu anda mengharapkan ada yang membaca artikel anda (dalam artian benar-benar membacanya).

Masalahnya, jika setiap hari konsentrasi anda hanya dihabiskan untuk menulis artikel – lalu bagaimana cara anda mempromosikan artikel anda. Apalagi jika anda mengejar untuk memposting 2 hingga 3 artikel per-hari, tentu anda semakin tidak fokus dalam mendistribusikan apa yang sudah susah payah anda tulis.

Lalu, buat apa anda menulis artikel jika tidak ada yang membacanya?

Menunggu artikel tersebut tembus halaman 1? Seyakin apa anda jika tulisan tersebut pasti masuk urutan 10 besar SERP?

Jangan Pernah Melakukan Posting Hanya Untuk Menambah Konten Blog

Perhatikan!

Apa yang saya sampaikan dalam artikel kali ini bukan dimaksudkan untuk membuat anda berpikir bahwa kuantitas tidaklah penting.

Kuantitas tetaplah penting – tapi kualitas jauh lebih penting lagi.

Google sudah berbeda dari beberapa tahun lalu. Dulu Google memang sempat menyukai blog-blog yang memiliki volume konten yang banyak, namun sekarang tidak lagi seperti itu.

Saat ini Google sudah jauh berubah dalam menilai kualitas sebuah blog – seperti yang saya sampaikan dalam artikel sebelumnya mengenai SEO yang berlaku untuk saat ini dan masa depan.

Jadi anda tidak perlu posting artikel setiap hari jika ingin mendapatkan perhatian dan ‘memuaskan’ Google – karena pada kenyataannya Google memang tidak peduli dengan itu. Puaskan visitor anda, buat mereka mengirimkan sinyal UX yang positif kepada Google – maka dengan sendirinya Google akan memperhatikan blog anda.

Jika anda mau memperhatikan, bukti-bukti sudah cukup bertebaran. Ada banyak blog yang di-update hanya seminggu sekali – 2 minggu sekali – dan bahkan hanya sebulan sekali, namun trafficnya tetap stabil – bahkan cenderung naik terus.

Mayoritas blog-blog utama saya sendiri juga kebanyakan belum ada yang mencapai 100 artikel walau sudah berumur antara 2 – 3 tahun. Dan visitornya juga tetap stabil, grafiknya tetap positif terus.

Karena itu rubah pola pikir anda!

Postinglah bila anda merasa apa yang anda tulis memang akan bermanfaat bagi visitor anda (menyenangkan mereka). Postinglah bila anda merasa itu akan membawa anda semakin dekat dengan GOAL yang telah anda tetapkan untuk blog anda.

Namun jangan pernah anda posting dengan tujuan hanya untuk membuat blog terlihat memiliki artikel yang banyak.

Jangan hanya sekedar posting!

News Style Posting VS Posting Dengan Strategi

OK, artikel yang banyak tetap penting – namun kualitas artikel jauh lebih penting.

Lalu bagaimana jika melakukan keduanya? Bukankah lebih baik jika kita bisa posting setiap hari dan tetap memberikan artikel yang berkualitas?

Tentu saja itu lebih baik. Tapi apakah anda bisa?

posting setiap hari tidak akan bisa membuat anda mengalahkan web raksasa

Ingat!

Anda adalah individual Blogger – anda seorang diri dengan dana terbatas.

Anda bukan sebuah perusahaan yang memiliki banyak penulis berkualitas yang bekerja untuk anda.

Alasan blog-blog besar bisa melakukan posting setiap hari dengan konten-konten yang berkualitas adalah karena mereka memiliki tim editorial yang cukup. Itupun kebanyakan artikel yang mereka posting juga tidak bisa dikatakan benar-benar berkualitas untuk muncul di halaman 1 SERP – walaupun tetap berkualitas di mata visitor.

Blog-blog besar tersebut tidak terlalu peduli karena mereka memiliki DANA untuk mendatangkan visitor dengan menggunakan advertising. Mereka hanya perlu memberikan artikel yang tepat (berkualitas) bagi visitor mereka – dan nantinya social signal akan membantu menaikkan rangking mereka.

Sekarang, apa anda bisa bersaing dengan itu?

Jadi, posting setiap hari (2 artikel atau lebih) itu hanya berlaku untuk News Site – bukan untuk anda yang merupakan seorang Individual Blogger.

Kecuali jika anda memang memiliki cukup dana dan/atau ingin membangun Web Berita, maka anda harus memiliki strategi dalam melakukan posting. Bukan hanya untuk jadwalnya saja, namun juga dalam hal isinya.

Mengapa?

Karena anda ingin visitor anda langsung menyukai blog anda sejak pertama kali masuk. Anda ingin para visitor dapat mengingat blog anda. Anda ingin mereka berkunjung kembali – memberikan komentar – mau men-share – menjadi loyal visitor – menjadi cutomer.

Dan ada satu masalah tambahan yang belum saya sebutkan di atas – terkait dengan memposting banyak artikel setiap hari dalam blog anda.

Saat ini para pengguna internet dijejali dengan konten yang begitu banyak setiap harinya. Otak mereka kelelahan untuk dapat mengkonsumsi semuanya. Dan apabila anda ikut melakukan itu juga, maka mayoritas artikel anda akan menjadi tidak / kurang bernilai lagi di mata mereka – tidak peduli seberapa berkualitasnya artikel anda.

Hukum ekonomi dasar akan berlaku, semakin banyak penawaran – jika tidak diiringi dengan bertambahnya permintaan – maka nilainya akan menjadi turun.

Apa anda mau jika apa yang telah susah payah anda tulis menjadi tidak bernilai sama sekali?

Saya yakin tak ada seorangpun yang mau.

Jadi, Mari Kita Permudah Saja Semuanya. Mau?

Mulai saat ini, berhenti memposting artikel setiap hari.

Posting lebih jarang. Namun saat anda melakukannya – buat artikel yang 'mengguncang' mereka.

Buat artikel yang lebih panjang – dengan penjelasan yang lebih mendalam (rinci). Buat mereka mengatakan, “Wow, ini baru... .”

Buat mereka menanti-nanti artikel berikutnya yang anda posting. Dan persiapkan artikel berikutnya tersebut (lakukan antisipasi – jangan membuatnya secara mendadak).

Lakukan perencanaan yang matang dengan artikel-artikel yang akan anda publish. Buatkan jadwal yang teratur – dan ikuti jadwal yang telah anda tetapkan tersebut. Saya selalu menyarankan cukup 1 atau 2 kali posting setiap minggu – namun tentu saja anda harus menyesuaikan dengan niche yang anda garap.

Lalu apa yang harus dilakukan saat jeda waktu di antara posting?

Tentunya anda tidak harus berdiam diri saja.

Gunakan waktu jeda tersebut untuk mempromosikan artikel anda – berinteraksi di media sosial – membuat produk anda – meningkatkan engagement dengan subscriber anda – membuat backlink, dll.

Dengan kata lain, habiskan waktu jeda tersebut untuk membangun Bisnis anda. Bisnis nyata dari blog yang anda bangun. Bisnis nyata yang akan membawa anda dalam jajaran para Blogger Sukses.

Bagaimana?

Apabila artikel yang sudah saya berikan di atas cukup untuk ‘menyentil’ pikiran anda saat ini, maka pembahasan mengenai alasan mengapa anda harus berhenti ngeblog sekarang – mungkin akan membantu anda merasa lebih ‘terang benderang’.

Namun sebelum anda membacanya... , saya ingin tanggapan dari anda.

Seberapa sering anda melakukan posting selama ini? Apa anda melakukannya hanya karena ada yang menyarankannya kepada anda – atau karena anda memang memiliki strategi tertentu?

Tuliskan dalam kotak komentar di bawah, saya akan merasa senang untuk menanggapinya...

6 Kesalahan Terbesar Para Blogger Saat Menentukan Niche

By // Tidak ada komentar:
Mengapa 80-an dari 100 orang yang mencoba ‘peruntungannya’ dengan menjadi Blogger selalu berakhir dengan KEGAGALAN?

Hanya 3 sampai 4 orang saja yang benar-benar sukses mendapatkan penghasilan yang fantastis. Dan belasan orang sisanya bervariasi, mulai dari lumayan hingga cukup banyak.

kesalahan dalam memilih niche blog

Blogging terlihat sangat menjanjikan.

Adsense terlihat sangat menggiurkan – apalagi setiap bulan ada yang upload foto / update status ‘karung’ di media sosial.

Membangun Blog Niche juga terlihat sebagai pilihan yang pas.

Semua berangkat dari ‘mimpi’ yang sama – namun begitu menjalani sebagai Blogger – mayoritas orang akan memasuki ‘ruangan gelap’ dengan banyak ‘dinding’ di sekitar mereka. Semakin jauh melangkah, maka semakin pekat pula semuanya terlihat.

Yah..., kenyataan memang hampir selalu berbeda dengan mimpi. Itu sudah hukum alam.

Hanya orang-orang beruntung (memiliki pengetahuan, mau terus belajar, tidak malas berusaha) saja yang akan bisa mencapai mimpinya – atau setidaknya mencapai hasil yang tidak terlalu jauh berbeda dengan yang diimpikan.

Terkait dengan topik artikel kali ini – yaitu tentang kesalahan dalam menentukan niche, maka ada beberapa hal yang perlu kita samakan terlebih dahulu.

Sudut Pandang Saya Mengenai Niche

Dalam blog HWSEO ini saya selalu mengajarkan bagaimana membangun sebuah BISNIS dengan menggunakan blog. Dan tujuan utama dari bisnis hanya 1 – yaitu untuk mendapatkan UANG.

Jadi setiap kali saya ingin membangun sebuah blog, saya selalu melihat kemungkinan apakah niche tersebut memiliki potensi bisnis dan apakah saya bisa menawarkan sesuatu pada market tersebut.

Apabila untuk kedua hal tersebut jawabannya “Tidak”, maka itu adalah niche yang salah bagi saya.

Tentu saja anda tidak harus setuju dengan saya.

Jika Blogging bagi anda hanyalah sebuah hobi, dan anda ingin membuat blog tentang sesuatu yang menurut anda cukup keren atau menarik – maka silahkan lanjutkan!

Anda bisa keluar sekarang, karena artikel ini tidak cocok dan bukan yang anda cari.

Namun apabila “Uang” adalah sesuatu yang anda inginkan dari kegiatan Blogging anda, maka anda harus terus membaca artikel ini hingga selesai – karena ini adalah ‘pengetahuan’ yang penting untuk anda pahami.

Baik, mari kita mulai...

Kesalahan Umum Para Blogger Saat Memilih Niche Blog Mereka


Kesalahan #1: Memilih Hanya Berdasarkan Passion

Memilih niche berdasarkan Passion adalah hal yang baik, dan saya juga menyarankan anda untuk berangkat dari sana. Namun jika hanya itu saja yang anda jadikan sebagai pertimbangan, maka itu sama saja artinya anda melupakan tujuan utama anda – yaitu mendapatkan UANG.

Agar blog anda bisa menjadi sebuah bisnis, maka anda juga harus melihat faktor-faktor yang membuat sesuatu bisa dikatakan sebagai bisnis, yaitu:
  • Adanya permintaan pasar. (Adakah orang yang peduli?)
  • Adanya motivasi pasar. (Adakah orang yang mencari informasinya? Atau, apakah orang-orang cukup termotivasi untuk mengatasi masalah mereka?)
  • Adanya permintaan akan solusi. (Inilah yang membuat anda memiliki ide mengenai produk yang bisa ditawarkan)
  • Adanya uang yang berpindah tangan. (Apakah sudah ada orang lain yang menjual di pasar itu? Jika ada – apalagi kalau banyak, maka itu membuktikan jika orang-orang memang rela membuka dompet mereka)

Apa anda bisa melihat perbedaanya?

Jadi semenarik apapun sebuah niche menurut anda, apabila anda tidak bisa membangun sebuah bisnis dari niche tersebut – maka itu artinya anda sudah gagal sejak awal.

Satu-satunya penyelamat mungkin adalah dengan meng-uangkan blog anda memakai advertising – itupun jika pengunjung blog anda cukup banyak, ada iklan yang masih terkait, dan nilai CPC-nya tidak dibawah 500 rupiah/klik.

Dan meng-uangkan blog hanya dengan advertising tidak akan pernah menaikkan level anda di dunia Blogging.

Lebih banyak dari BPB Member Area:

> Pentingnya Memulai Dari 4 Mega Niche

Kesalahan #2: Terlalu Umum / Luas

Banyak sekali Blogger yang membuat kesalahan ini dengan blog niche mereka. Membiarkan blog mereka terlalu umum dengan tipe visitor yang terlalu luas.

Dari sudut pandang bisnis, mencoba menjual sesuatu ke semua orang adalah tindakan yang bodoh. Tidak ada satupun pengusaha yang melakukan itu.

Hal yang sama juga berlaku pada blog niche anda.

Sebagai contoh:

Apa anda pernah mencoba menjual sesuatu ataupun memasang banner (link) Affiliate pada blog anda?

Apabila selama 1 bulan anda tidak mendapatkan penjualan atau konversinya sangat rendah – walaupun visitor blog anda lumayan banyak dan produk yang anda tawarkan sudah sesuai dengan niche blog anda – maka itu salah satu indikasi jika blog anda masih terlalu umum.

Untuk bisa sukses dengan blog yang anda bangun, anda harus lebih spesifik lagi dengan pilihan niche anda. Anda harus mentarget tipe visitor tertentu dari pengunjung blog niche anda.

Lebih banyak dari BPB Member Area:

> Alasan Vital Target Market Penting dan Harus Ditentukan

Kesalahan #3: Menganggap Bahwa Tidak Adanya Kompetitor (Minimnya Kompetitor) Sebagai Hal Yang Baik

Ini juga merupakan kesalahan klasik.

Suatu waktu anda mendapatkan sebuah ide yang sepertinya menarik. Anda lalu mencoba browsing untuk mencari tahu apakah persaingannya tinggi atau tidak. Anda mendapati bahwa ternyata belum ada (belum banyak) yang menggarapnya. Lalu anda berpikir bahwa anda telah mendapatkan jackpot – dan semuanya pasti akan berjalan mulus dan lancar.

Well.., jangan buru-buru senang dulu.

Di satu sisi, tidak ada atau minimnya kompetitor bisa jadi merupakan hal yang menguntungkan bagi anda. Namun di sisi lainnya, itu juga bisa jadi merupakan sinyal jika tidak ada orang yang peduli dengan hal tersebut.

salah memilih niche: tidak memiliki audiens

Bisa jadi orang-orang malas menggarap niche tersebut karena memang tidak terdapat ‘cukup uang’ di sana.

Saya sendiri lebih suka menggarap niche yang sudah terbukti menghasilkan karena ada orang lain yang bermain di sana – selama saya yakin bisa menawarkan ‘sesuatu’ yang berbeda. Kompetisi bukan hal yang harus ditakuti ataupun dihindari.

Kompetisi adalah sebuah peluang.

Tugas anda hanyalah untuk memastikan apakah peluang tersebut bisa anda garap atau tidak.

Kesalahan #4: Tidak Memiliki Unique Selling Proposition (USP)

Mungkin anda masih asing dengan istilah ini. Saya sendiri juga bingung mencari istilah yang paling pas untuk bahasa Indonesianya.

Secara sederhana, USP adalah hal yang membedakan anda dari yang lainnya. USP adalah alasan mengapa orang-orang harus lebih memperhatikan anda dibanding kompetitor anda.

Bisa juga dikatakan jika USP termasuk bagian dari proses Branding yang anda lakukan.

Lalu apa saja yang membuat orang-orang lebih memperhatikan (mendengarkan) anda daripada kompetitor anda saat membahas topik yang sama?

Bisa jadi itu karena kualitas dari konten-konten yang anda sajikan. Bisa jadi itu karena kepribadian anda – gaya anda – atau tingkat ke-profesionalisme-an anda. Bisa jadi itu karena anda sangat detail – atau kemampuan anda dalam menjelaskan sesuatu yang membuat audiens anda mudah untuk memahaminya.


Kesalahan #5: Sama Sekali Tidak Mengerti atau Tidak Suka Dengan Niche-nya

Berapa banyak Blogger yang ikut-ikutan menggarap niche tertentu hanya karena niche tersebut dikatakan profitable?

Jawabannya.., BANYAK. Bahkan mungkin sangat banyak.

Ini tentu merupakan sebuah kesalahan.

Walau kita tidak harus menjadi seorang ‘ahli’ terlebih dahulu untuk menggarap sebuah niche, namun apabila kita sama sekali tidak paham atau tidak menyukai niche tersebut – maka bisa dipastikan blog tersebut akan menjadi sebuah PROYEK GAGAL.

Anda tidak akan bisa terus merawat blog tersebut hingga tahunan. Anda akan kehabisan ide konten – anda akan bosan – anda tidak akan bisa membangun bisnis dengan blog tersebut.

Belum lagi kendala pada cara penyajian konten – yang saya yakin tidak akan dapat meningkatkan engagement dengan visitor, karena terlalu biasa dan tidak menyentuh sisi ‘emosional’.

Kesalahan #6: Tidak Memiliki Model Bisnis

Saya selalu mengatakan bahwa, hanya mengandalkan advertising (contohnya: Adsense) untuk meng-uangkan blog anda adalah sebuah kerugian.

Jika anda memiliki model bisnis atau mengetahui beberapa strategi monetization yang memang terbukti, maka:
Dengan jumlah traffick yang sama, anda akan mendapatkan uang berkali-kali lipat jauh lebih banyak dari yang anda dapatkan melalui advertising.

Dan yang lebih mengasyikannya lagi, anda tetap bisa memasang banner iklan dalam blog anda.

Jadi apabila anda tidak dapat membayangkan bagaimana cara mendapatkan uang dari blog niche yang akan anda bangun selain melalui advertising, maka itu artinya ada sesuatu yang salah.

Materi yang membantu:

> Cara Menghasilkan Uang Dari Blog

That’s all.

Hindari 6 kesalahan yang telah saya sebutkan di atas, dan blog yang anda bangun pasti akan lebih berpotensi untuk menjadi sebuah bisnis jangka panjang yang menguntungkan bagi anda.

Pemahaman yang lebih mendalam bisa anda pelajari sambil jalan dengan rajin membaca artikel-artikel yang berasal dari sumber-sumber yang memang terpercaya.

Atau jika anda ingin lebih menghemat waktu dan tenaga – anda bisa bergabung di Member Area Blogging Path Beyond. Anda tidak perlu pusing-pusing lagi untuk memilah mana yang benar mana yang tidak. Semua artikel dan materi yang disampaikan disana berdasarkan contoh nyata dan hasil studi yang akurat.

Oya, sebelum anda melanjutkan. Apa anda memiliki tanggapan atau pertanyaan seputar artikel di atas? Jika ada, maka jangan sungkan untuk menuliskannya di kolom komentar – saya pasti akan menanggapinya.

Masa Depan SEO: Apa Yang Harus Dilakukan Para Blogger?

By // Tidak ada komentar:
SEO sudah mati.

Sepanjang tahun kemarin saya menemukan banyak tulisan (baik itu pada postingan di blog, forum, ataupun grup-grup IMers di media sosial) yang mengatakan bahwa SEO sudah tidak penting lagi.

Mereka yang setuju mengatakan, bahwa saat ini yang paling penting adalah memberikan konten yang bermanfaat bagi visitor. Titik!

Saya pribadi sangat setuju dengan pernyataan tersebut – kita memang harus mengutamakan visitor kita. Namun begitu, saya tidak setuju jika SEO dikatakan sudah mati. Karena yang mati adalah "old school" SEO (teknik SEO Kuno).

teknik SEO saat ini dan masa depan

Jadi apabila anda masih memikirkan berapa % harus menggunakan keyword pada artikel, berkomentar di banyak blog hanya untuk mendapatkan backlink, ataupun menggunakan teknik-teknik SEO kuno lainnya – maka stop melakukan itu mulai sekarang! Itu adalah hal yang PERCUMA.

Search Engine selalu berkembang. Search Engine berevolusi.

Tujuan utama mengapa Search Engine ada adalah untuk membantu para pengguna Internet agar mudah menemukan informasi yang sesuai dengan yang mereka butuhkan.

Orang-orang di balik Search Engine (seperti Google, Bing, Yahoo! Search, AOL, dll) juga sangat paham – bahwa mereka bukan hanya harus memastikan pengguna mereka mendapatkan informasi yang sesuai – namun juga informasi yang berkualitas.

Para teknisi (khususnya Google) selalu aktif mencari pola-pola baru yang digunakan oleh orang-orang untuk memanipulasi hasil pencarian di Search Engine. Semakin banyak orang yang memakainya, maka semakin cepat pula sistem mereka mendeteksinya – dan “menyapu bersih” semuanya.

Karena itu, memakai jasa backlink juga bukan merupakan hal yang pintar, apalagi yang murah meriah (kecuali anda tahu bagaimana mensiasatinya dan juga siap dengan resikonya).

Lalu apa yang harus dilakukan?

Masuki Era Baru Dalam Dunia SEO: Ikuti Perkembangan Search Engine!

Note:
  • Mulai disini, setiap kali saya mengatakan Search Engine, maka yang saya maksud adalah Google.

Search Engine sudah sangat jauh berbeda dari beberapa tahun yang lalu.

Jika dulu kita dapat dengan mudah membuat sebuah artikel muncul di halaman 1 dan bertahan lama hanya dengan pengaturan seo onpage yang baik dan membuatkan backlink – maka sekarang tidak lagi. Tidak semudah dulu.

Perhatikan!

Backlink tetap penting! Google masih memakainya sebagai salah satu faktor dalam menentukan peringkat Website / Blog / Konten.

Memastikan SEO Onpage sudah ter-setting secara optimal juga sebuah keharusan – karena itu akan membantu Spider (Google Bot) untuk lebih mudah dalam membaca, mendata, dan memahami isi Blog (konten blog) anda.

Namun kedua SEO Standar di atas masih belum cukup.

Selain ingin membuat Blog (konten blog) anda berhasil menembus halaman pertama dengan mudah, anda tentu juga ingin agar hasil yang anda dapatkan tersebut dapat bertahan lama.

Dan Kunci untuk mendapatkan hal tersebut hanya 1 – ENGAGEMENT.

Tanda dari sebuah konten yang berkualitas dapat dilihat dari berbagai sinyal yang menunjukkan "user engagement" (keterlibatan pengguna).

Agar anda lebih mudah dalam memahami apa itu Engagement – maka coba perhatikan Facebook!

Algoritma EdgeRank yang digunakan oleh Facebook secara umum bekerja berdasarkan engagement (keterikatan / keterlibatan). Orang-orang yang paling mungkin akan selalu melihat ‘update status’ anda adalah mereka-mereka yang paling sering terlibat dengan status anda – entah sekedar memberikan like, berkomentar, ataupun meng-klik link dan membaca posting yang anda bagi.

Dalam dunia Blogging saat ini, hal yang sama juga terjadi.

Untuk bisa lebih akurat dalam memperkirakan kualitas dari sebuah konten – Google juga menggunakan berbagai sinyal yang menunjukkan user engagement.

Dan kata lain dari User Engagement – tidak lain dan tidak bukan – adalah User Experience.

Itulah yang harus diperhatikan oleh para Blogger saat ini dan saat mendatang.

SEO Masa Depan itu Bernama UXO

UXO = User Experience Optimization

Sejak awal membangun HWSEO (pertengahan 2015), saya berkali-kali menyebutkan pentingnya untuk memperhatikan user experience dalam postingan-postingan saya. Jika anda perhatikan studi kasus yang saya muat dalam artikel "Teknik SEO Psikologi" – itu adalah salah satu contoh dari UXO.

Karena visitor sesungguhnya adalah manusia, maka terlepas dari apapun teknik yang anda gunakan – SEO yang terbaik itu adalah yang dilakukan secara beriringan dengan peng-optimalan pengalaman pengguna (user experience).

Lalu, Bagaimana Cara Google Menentukan Engagement?

Misi dari Google sangat sederhana:

To provide the best user experience to people who use Google. (Untuk memberikan pengalaman pengguna terbaik bagi orang-orang yang menggunakan Google.)

Untuk bisa memenuhinya, Google selalu berusaha memastikan bahwa hanya konten terbaik dan berkualitas tinggi saja yang muncul pada posisi-posisi teratas. Jika dulu semuanya hanya berdasarkan relevansi kata kunci dan backlink, maka sekarang tidak lagi.

Berikut ini beberapa sinyal yang dipakai oleh Google dalam mengumpulkan data:

  • CTR (Click-through rate)
  • Scroll depth (kedalaman gulir)
  • Time op page (waktu yang dihabiskan pada halaman)
  • Social share
  • Natural backlink
  • Bounce rate (tingkat pentalan)
  • Ejaan dan tata bahasa (sebagai tanda kualitas)

Sekarang mari kita membahas beberapa poin di atas dan bagaimana cara meng-optimalkannya.

CTR dan Cara Mengoptimasinya


Saat anda melakukan pencarian di Google, coba arahkan kursor pada link (apapun) – maka anda akan melihat jika itu tidak akan langsung mengarah ke alamat halaman web/blog tersebut. Jika yang muncul langsung alamat web/blog, maka coba klik kanan, anda akan melihat seperti ini:

tracking yang dilakukan Google untuk menentukan CTR

Google selalu mendata setiap lalu-lintas yang terjadi pada halaman Search Result menggunakan tracker mereka sendiri.

Dan seperti yang pernah saya katakan, untuk halaman 1 (khususnya posisi 5 besar), bukan peringkat yang menentukan CTR – tapi CTR yang menentukan peringkat. Studi kasus yang pernah saya posting dulu cukup untuk dijadikan bukti.

Karena itu, anda harus bisa mengoptimalkan CTR.

Bagaimana caranya?
  • Pastikan judul postingan yang muncul di halaman hasil penelusuran Google cukup menjual (menarik untuk di-klik). Skill dalam membuat Headline yang baik merupakan sebuah keuntungan.
  • Pastikan pula meta deskripsi yang muncul di bawah judul cukup menjelaskan apa yang akan didapatkan oleh visitor – memancing mereka agar semakin ingin meng-klik. Skill dalam copywriting merupakan sebuah keuntungan.
  • Jika posting yang ingin anda rangking berupa Video, maka pastikan untuk menggunakan thumbnail video yang paling menarik. Ini juga akan dimunculkan di SERP.

Scroll Depth dan Cara Mengoptimasinya


Secara sederhana, scroll depth adalah ukuran seberapa jauh visitor anda men-scroll ke bawah pada sebuah halaman di Blog anda.

Logikanya seperti ini... jika halaman pada blog anda memang benar-benar menarik – maka mayoritas dari visitor yang masuk ke halaman tersebut pasti akan terus men-scroll hingga bawah.

Dan “menarik” adalah salah satu kata lain dari “kualitas”.

Anda bisa menggunakan tools seperti CrazyEgg untuk mengetahui sejauh mana orang-orang (visitor) men-scroll ke bawah pada halaman blog anda.

scroll depth sebagai salah satu faktor SEO

Anda juga bisa menggunakan Scroll Depth add-on untuk Google Analytics, sehingga anda dapat mengeceknya melalui akun analytics. Dan bagi pengguna WordPress, WP Scroll Depth plugin akan membuat anda lebih mudah dalam mengintegrasikan jenis pelacakan ini pada Blog anda.

Lalu, bagaimana cara meningkatkan kemungkinan agar orang-orang mau men-scroll lebih jauh ke bawah?

Kunci paling utama tentu terletak pada konten anda sendiri. Hal ini agak sedikit sulit untuk dimanipulasi. Artikel yang panjang cenderung mengundang orang untuk men-scroll lebih jauh ke bawah, selama bahasa yang digunakan mudah dimengerti dan format (cara penyajian) artikel enak dipandang – maka itu akan sangat banyak membantu.

Anda bisa mencoba beberapa taktik berikut ini:
  • Sajikan Infografis. Orang-orang biasanya akan menggulir (men-scroll) untuk melihat keseluruhan gambar.
  • Sajikan lebih banyak gambar. Orang-orang senang melihat gambar, apalagi jika gambar yang anda gunakan sangat berkualitas dan benar-benar sesuai dengan isi konten.
  • Berikan “teaser” (kalimat yang memancing/menggoda) di awal-awal artikel. Jika mereka mendapat petunjuk akan apa yang akan menanti mereka di bawah, maka mereka akan terus men-scroll hingga menemukan apa yang dijanjikan tersebut.
  • Buat Super Artikel. Ini adalah jenis posting yang lengkap (mendetail) dengan banyak gambar dan bisa juga ditambah video di dalamnya. Model artikel ini sangat-sangat “BERGUNA”, dan orang-orang sangat menyukainya. Mereka akan sering bolak-balik ke artikel tersebut jika belum selesai membaca/melihatnya.

Meningkatkan Time On Page dan Mengurangi Bounce Rate


Perhatikan!

Taktik yang sudah saya bagikan untuk mengoptimalkan scroll depth di atas sekaligus berguna untuk meningkatkan time on page pada laman Blog anda. Jadi anda mendapatkan manfaat ganda dari strategi yang sama.

Selanjutnya adalah mengenai Bounce Rate.

Penting untuk anda pahami bahwa tidak semua Industri / Niche / Topik – memiliki patokan nilai bounce rate yang sama dalam penentuan kualitas kontennya.

Jika sebuah konten mendapatkan rata-rata time on page yang lama, maka nilai bounce rate yang tinggi tidak akan menjadi sebuah masalah. Konten tersebut tetap mendapatkan skor engagement yang baik.

Bounce rate yang tinggi akan menjadi masalah apabila orang-orang juga hanya sebentar berada di halaman tersebut, lalu keluar (baru beberapa detik langsung keluar lagi).

Apapun teknik yang anda gunakan untuk merangking konten anda supaya masuk di halaman 1 Google Search, jika time on page-nya buruk dan nilai bounce rate-nya tinggi – maka jangan harap konten anda bisa "duduk tenang" di posisinya dalam waktu lama.

Lalu bagaimana cara mengurangi bounce rate?

Langkah yang paling mudah adalah dengan cara menambahkan internal link dalam konten anda. Dan agar efeknya menjadi semakin meningkat, anda bisa memanfaatkan Teknik Headline dalam membuat internal link tersebut.

Perhatikan Ejaan Dan Tata Bahasa


Ingat!

Anda harus meningkatkan nilai engagement. Dan visitor sebenarnya dari Blog anda adalah manusia.

Fakta:
  • Mayoritas manusia di dunia ini – apapun bahasanya – memang bukanlah ahli bahasa dan tidak pernah menggunakan tata bahasa yang benar ketika berbicara (bercakap-cakap).

Namun begitu, ini juga fakta:
  • Bahwa kesalahan penulisan (typo) dan penggunaan kata yang kurang tepat (walaupun bermakna sama) akan membuat siapapun yang membacanya akan merasa kurang senang.

typo dalam artikel merusak engagement

Jika dalam sebuah konten kita menemukan terlalu banyak typo dan/atau kalimat-kalimat yang membuat bingung (terasa aneh dan janggal), maka tentu kita akan langsung menyimpulkan jika si Pemilik Blog tidak serius dalam membuat konten – atau tidak mengerti dengan apa yang dia tulis (hanya tukang jiplak).

Hal tersebut tentu akan menghilangkan rasa percaya kita kepada si Pemilik Blog maupun Blog itu sendiri. Kita akan menandai Blog tersebut dalam ingatan kita – dan tidak mau lagi untuk masuk.

Sekarang, apa bedanya kita dengan para visitor blog kita?

Tidak ada. Mereka sama dengan kita.

Karena itu, tinggalkan spinner artikel! Software tersebut sudah TAMAT.

Pastikan anda menulis sendiri konten anda menggunakan gaya bahasa anda pribadi – itulah yang akan membuat konten anda menjadi dan terasa unik.

Jangan buru-buru ingin segera mem-publish konten anda!

Baca ulang, atur ulang tampilannya, perbaiki kalimat yang membingungkan, perbaiki kesalahan typo. Pastikan bahwa diri anda sendiri sudah merasa puas dengan apa yang anda tulis. Jika sudah, maka itu waktunya untuk mem-publish konten anda.

Sebagai Kesimpulan


Sekarang, coba bayangkan jika seandainya anda berhasil membuat konten seperti itu..., yang mampu mendapatkan klik – memiliki bounce rate rendah – memiliki time on page yang bagus – dan membuat orang-orang terus men-scroll ke bawah..., tentu itu akan menjadi salah satu konten yang sempurna bagi Blog anda!

Itu akan melesatkan nilai engagement Blog anda. Orang-orang akan mengingat Blog anda, mereka akan sering bolak-balik mengunjungi Blog anda – karena mereka akan merasakan seperti telah menemukan "tambang emas".

Apa yang terjadi setelah itu?

Google akan menaikan peringkat Blog (konten Blog) anda. Orang-orang akan mulai membicarakan Blog anda, men-share konten anda, dan memberikan backlink (yang benar-benar berkualitas).

Hanya masalah waktu – dan itu juga akan cepat terjadi – anda akan merasakan ledakan visitor pada Blog anda, yang tetap stabil serta terus meningkat.

Seperti itulah SEO yang efektif pada saat ini dan masa mendatang.

Jadi lakukan apa yang sudah saya sampaikan di atas, dan anda akan lebih siap dalam menghadapi persaingan di masa depan. So..., good luck!

Silahkan tinggalkan tanggapan ataupun pertanyaan jika anda memilikinya, sebisa mungkin pasti akan saya balas.

Desain Blog: Hal Yang Meningkatkan Authority dan Rangking

By // Tidak ada komentar:
Bagaimana cara menentukan desain blog terbaik adalah langkah yang penting untuk anda pikirkan – ini jika anda memang serius ingin membangun blog untuk jangka panjang.

Seperti yang telah saya sampaikan dalam artikel mengenai cara membuat blog yang keren, sengaja saya menempatkannya dalam urutan pertama.

Mengapa?

Anda sudah tahu jika Content is King – ini tidak dapat dibantah. Namun seorang raja tentu membutuhkan ratu untuk melengkapinya. Dan iya, Blog Design is the Queen.

cara membuat desain blog keren terbaik

Konten berkualitas memang berpengaruh pada rangking dan authority, marketing juga akan memberikan anda audien (visitor) tertarget yang potensial, namun semua itu akan sia-sia / tidak memberikan efek maksimal jika desain blog anda buruk / kurang menarik.

Bagaimana blog anda terlihat adalah yang menentukan apakah konten dan strategi marketing anda akan membawa anda ke arah kesuksesan – atau justru harus kembali merasakan kegagalan.

Mungkin anda pernah bertanya-tanya, ‘Mengapa sebuah perusahaan rela mengeluarkan jutaan atau bahkan ratusan juta rupiah hanya untuk mendapatkan sebuah logo dan warna yang sempurna sesuai dengan brand mereka?’.

Jawabannya sederhana. Karena perusahaan-perusahaan tersebut percaya dengan Data – bahwa 80% dari informasi tersampaikan lewat penglihatan.

Desain blog yang keren dapat membuat visitor anda selalu berkunjung kembali – betah berlama-lama membaca konten-konten berkualitas yang anda sajikan – dan melihat anda sebagai sosok yang memiliki authority.

Masih ingat rumusnya?

Time on Site = Kualitas Blog = Rangking
Authority = Trust = More Sales (Uang)

Ini juga termasuk salah satu strategi SEO Onpage, memang tidak selalu memberikan hasil yang cepat – namun 99% akan membuat blog anda bertahan lama saat sudah berada di halaman 1 SERP.

Lalu, bagaimana cara menentukan sebuah desain blog yang tepat?

Berikut ini beberapa hal yang harus anda perhatikan!

6 Hal Penting Dari Desain Blog Yang Menentukan Kesuksesan Anda


Header Blog Anda

Ini adalah bagian pertama yang akan dilihat oleh visitor anda. Header layaknya kartu nama (kartu bisnis) anda. Selain nama blog anda, pemilihan font – warna – gambar – hingga background sangatlah penting untuk dipertimbangkan dengan matang.

desain header blog yang baik menentukan kesuksesan

Semakin baik dan semakin akurat anda membuat header yang sesuai dengan niche serta brand anda – maka semakin mudah pula anda membuat visitor melihat blog anda sebagai sosok yang memiliki authority.

Pastikan Tetap Simpel dengan Navigasi Yang Rapi

Karena ‘goal’ anda adalah untuk membuat visitor betah berlama-lama dalam blog anda, maka pastikan blog anda tetap terlihat simpel dengan tombol-tombol (link) navigasi yang tertata rapi.

Visitor anda sudah cukup stres dengan segala permasalahan yang dihadapinya, jadi jangan ditambah lagi dengan tampilan blog anda yang kacau dengan link navigasi yang membingungkan. Visitor anda pasti akan segera meninggalkan blog anda.

Hal yang saya sebutkan di atas termasuk diantara adalah mengenai penempatan iklan. Terlalu banyak menjejali blog anda dengan iklan tidak akan membuat penghasilan anda bertambah secara signifikan – ini justru akan membuat visitor menilai blog anda sebagai blog yang jelek.

Pilih Theme atau Template Yang Cocok

Blog kecantikan tentu harus terlihat beda dengan blog otomotif – blog tutorial tentu harus terlihat beda dengan blog wallpaper – blog magazine tentu harus terlihat beda dengan blog personal – dll.

Karena itu, pilihlah theme / template yang paling sesuai dengan industri (tema umum) atau niche yang anda garap.

Pilih Font dan Warna Yang Cocok

Ini masih berhubungan dengan poin sebelumnya.

Saya tahu jika kebanyakan dari blogger (khususnya pemula), tentu enggan mengeluarkan uang untuk membeli theme / template premium – apalagi jika harus membayar jasa desain blog profesional. Karena itu, anda dapat melakukan sedikit customisasi pada theme / template yang anda gunakan – yaitu dengan mengatur warna serta font.

Pilih warna dasar dan font dasar yang paling sesuai dengan niche blog atau dengan brand yang ingin anda tanamkan ke visitor.

Tips!
  • Jangan memakai lebih dari 4 warna dalam blog anda – memakai 3 warna, dimana 1 yang paling dominan dan 2 sebagai warna pelengkap adalah pilihan terbaik.
  • Untuk font, setidaknya anda juga dapat menggunakan 3 jenis font, 1 untuk judul artikel – 1 untuk widget (sidebar) – dan 1 untuk isi artikel.

Pastikan Theme/Template Kompatibel dan Responsif

Hal ini sepertinya tidak perlu saya jelaskan secara panjang lebar lagi – anda tentu sudah paham jika sekarang adalah eranya mobile.

Jadi pastikan untuk menggunakan theme/template yang sudah mendukung HTML 5, yaitu bahasa pemrograman paling intuitif yang mengintegrasikan kompatibilitas dan responsibilitas.

Dengan begini anda akan menjamin jika blog anda tidak akan kehilangan pembaca dari perangkat apapun yang dipakai mereka.

Fast Loading

Yang terakhir ini sangat penting untuk anda perhatikan.

Coba lihat data berikut!

desain blog yang fast loading menentukan rangking

Data tentu tidak akan bohong, bahwa kecepatan loading blog anda memiliki korelasi erat dengan rangking blog anda.

Dan faktanya, desain blog yang indah – fungsional – dan beresolusi tinggi memang tidak harus berat serta lambat.

Pertimbangan:

Apa kita harus memakai jasa desainer blog?

Jika blog yang anda bangun memang diniatkan untuk menjadi ladang penghasilan jangka panjang dan anda memiliki dana, maka jawaban saya adalah sebaiknya iya. Hal ini terutama jika kemampuan koding anda juga sangat minim.

Namun jika anda memiliki sedikit pengetahuan tentang koding atau tidak malas membaca tutorial (harus jika anda ingin sukses), maka jawaban saya tidak perlu. Sudah sangat banyak theme / template siap pakai yang dijual di luar sana. Semuanya rata-rata sudah sesuai kebutuhan dan sangat mudah untuk di-customisasi.

Jadi, selamat melakukan customisasi pada desain blog anda! Semoga penjelasan di atas cukup mencerahkan.

Silahkan tinggalkan komentar atau pertanyaan jika anda memilikinya. Saya akan menjawabnya dengan hati.